Search for collections on Unika Repository

ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN OLEH PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID (Studi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt)

THERESIA, ALOYSIA MARIA ALIKA (2025) ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN OLEH PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID (Studi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.C1.0050Aloysia Maria Alika Theresia_COVER_1.pdf

Download (823kB) | Preview
[img] Text
21.C1.0050Aloysia Maria Alika Theresia_ISI_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.C1.0050Aloysia Maria Alika Theresia_DAPUS_1.pdf

Download (742kB) | Preview
[img] Text
21.C1.0050Aloysia Maria Alika Theresia_LAMP_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang Dilakukan oleh Penderita Skizofrenia Paranoid (Studi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt)” ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menilai pertanggungjawaban pidana terdakwa yang menderita skizofrenia paranoid dalam kasus pembunuhan berencana, serta menilai kesesuaian pemidanaan terhadap terdakwa dengan prinsip pertanggungjawaban pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi deskriptif analitis. Objek penelitian meliputi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/Pn Jkt.Brt beserta dokumen persidangan, termasuk keterangan saksi, pendapat ahli psikiatri, barang bukti, dan pengakuan terdakwa. Analisis difokuskan pada penerapan ketentuan KUHP, asas-asas hukum pidana, dan fakta hukum di persidangan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, putusan pengadilan terkait dan juga wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt menilai seluruh unsur Pasal 340 KUHP telah terpenuhi. Diagnosis skizofrenia paranoid dianggap muncul setelah peristiwa pembunuhan terjadi, sehingga pada saat kejadian terdakwa dinilai sadar dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pertimbangan hakim didasarkan pada adanya persiapan matang, pemilihan waktu dan tempat, serta pelaksanaan yang terencana yang mencerminkan kesengajaan dan kehendak bebas. Dengan berpegang pada asas geen straf zonder schuld, hakim menolak penerapan Pasal 44 KUHP. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat visum et repertum psychiatricum dan keterangan ahli yang menunjukkan indikasi gangguan jiwa, pertimbangan medis tersebut belum dijadikan landasan utama. Hal ini mencerminkan kecenderungan praktik peradilan yang masih memposisikan bukti medis sebagai faktor pelengkap, bukan sebagai dasar substantif dalam menilai pertanggungjawaban pidana. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Pembunuhan Berencana, Skizofrenia Paranoid, Pertanggungjawaban Pidana, Pasal 44 KUHP, Visum Et Repertum Psychiatricum.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 23 Jan 2026 05:15
Last Modified: 23 Jan 2026 05:15
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39194
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item