Search for collections on Unika Repository

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSLUSIF SEBAGAI PEMENUHAN HAK ANAK ATAS KESEHATAN DI PT SARI TEMBAKAU HARUM, KENDAL

RIZKY, MONIKA (2025) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSLUSIF SEBAGAI PEMENUHAN HAK ANAK ATAS KESEHATAN DI PT SARI TEMBAKAU HARUM, KENDAL. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
22.C2.0105_Monika Rizki_COVER_1.pdf

Download (756kB) | Preview
[img] Text
22.C2.0105_Monika Rizki_ISI_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.C2.0105_Monika Rizki_DAPUS_1.pdf

Download (843kB) | Preview
[img] Text
22.C2.0105_Monika Rizki_LAMP_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Prevalensi stunting masih tinggi, salah satunya karena pemberian ASI ekslusif belum optimal. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Kendal masih di bawah target yaitu 63%, khususnya pada ibu bekerja yang menghadapi hambatan struktural, sosial, dan minimnya dukungan lingkungan kerja. Rendahnya kesadaran serta lemahnya implementasi kebijakan turut menghambat pemenuhan hak anak atas gizi dan kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini mengkaji tiga masalah yaitu kebijakan pemberian ASI eksklusif, pelaksanaan kebijakan, dan faktor penghambat penerapan kebijakan pemberian ASI ekslusif di PT Sari Tembakau Harum . Penelitian menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan metode deskriptif analitik melalui wawancara, studi kepustakaan, serta analisis regulasi seperti UU Ketenagakerjaan, UU Kesehatan, PP No. 33 Tahun 2012, dan Perda Kabupaten Kendal No. 3 Tahun 2019. Responden utama adalah pekerja perempuan menyusui eklusif, dengan informan dari pihak perusahaan dan instansi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Sari Tembakau Harum telah mengeluarkan Surat Keputusan Direktur dan menyediakan ruang laktasi sebagai bentuk kepatuhan normatif terhadap regulasi nasional, namun pelaksanaannya belum optimal karena rendahnya kesadaran pekerja, budaya kerja berbasis target produksi, serta keterbatasan fleksibilitas waktu. Keberhasilan kebijakan tidak cukup ditentukan oleh regulasi dan fasilitas, tetapi juga memerlukan komitmen manajerial, edukasi berkelanjutan, dan perubahan budaya organisasi. Dengan demikian, kebijakan ASI eksklusif di perusahaan tidak hanya menjadi kewajiban formal, tetapi harus diwujudkan secara substantif sebagai perlindungan hak anak dan pekerja perempuan secara berkelanjutan. Kata kunci: Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, Hak Kesehatan Anak, Kebijakan Perusahaan

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Graduate Program in Master of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Jan 2026 03:38
Last Modified: 22 Jan 2026 03:38
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39168
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item