Search for collections on Unika Repository

TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PERALATAN ANESTESI YANG TIDAK LAYAK DIGUNAKAN TERHADAP PASIEN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KOTA MATARAM

YASIN, LALU MAHMUD (2025) TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PERALATAN ANESTESI YANG TIDAK LAYAK DIGUNAKAN TERHADAP PASIEN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KOTA MATARAM. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.C2.0036_Lalu Mahmud Yasin_COVER_1.pdf

Download (826kB) | Preview
[img] Text
21.C2.0036_Lalu Mahmud Yasin_ISI_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.C2.0036_Lalu Mahmud Yasin_DAPUS_1.pdf

Download (595kB) | Preview
[img] Text
21.C2.0036_Lalu Mahmud Yasin_LAMP_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (650kB)

Abstract

Penggunaan peralatan medis yang layak dan sesuai standar merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin keselamatan pasien di rumah sakit, terutama pada Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang memerlukan alat anestesi dalam setiap tindakan operasi. Permasalahan muncul ketika peralatan anestesi yang digunakan tidak layak pakai, yang dapat menimbulkan risiko medis serta menimbulkan konsekuensi hukum bagi rumah sakit sebagai penyedia layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Bagaimana pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap peralatan anestesi yang tidak layak digunakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Mataram; dan (2) Bagaimana tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap peralatan anestesi yang tidak layak digunakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Pendekatan yuridis dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis aspek hukum yang terkait dengan tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap peralatan anestesi yang tidak layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2023 tentang Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pasal 2 ayat 1 menerangkan bahwa Setiap Alat Kesehatan yang digunakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus berfungsi dengan baik sesuai dengan standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, manfaat, keselamatan, dan laik pakai. RSUD Kota Mataram juga bertanggung jawab secara hukum atas penggunaan peralatan anestesi yang tidak layak. Jika kelalaian tersebut merugikan pasien, rumah sakit dapat dikenai sanksi perdata, pidana, administratif, dan etik. Oleh karena itu, rumah sakit wajib memastikan semua alat medis aman, layak, dan sesuai standar demi menjaga keselamatan pasien Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem manajemen peralatan medis, peningkatan kompetensi teknisi medis, serta penegakan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjamin kelayakan alat anestesi. Dengan demikian, tanggung jawab hukum rumah sakit dapat diimplementasikan secara optimal demi perlindungan pasien dan kepatuhan terhadap hukum kesehatan. Kata kunci: tanggung jawab hukum, rumah sakit, peralatan anestesi, Instalasi Bedah Sentral, kelayakan alat medis

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Graduate Program in Master of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 21 Jan 2026 03:33
Last Modified: 21 Jan 2026 03:33
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39156
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item