Search for collections on Unika Repository

ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE TERHADAP TATO TRADISIONAL DESA SIMATALU

JANGGUIK, DOMINIKUS (2025) ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE TERHADAP TATO TRADISIONAL DESA SIMATALU. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.M1.0099-DOMINIKUS JANGGUIK-COVER_a.pdf

Download (911kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0099-DOMINIKUS JANGGUIK-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.M1.0099-DOMINIKUS JANGGUIK-DAPUS_a.pdf

Download (850kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0099-DOMINIKUS JANGGUIK-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Modernisasi dan tekanan sosial telah membuat tradisi tato mulai ditinggalkan di banyak wilayah Mentawai. Namun, Desa Simatalu tetap mempertahankan praktik tato tradisional sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik tato tradisional masyarakat Desa Simatalu, Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Tato Mentawai (titi) bukan sekadar hiasan tubuh, melainkan bagian dari sistem kepercayaan Arat Sabulungan yang mencerminkan nilai spiritual, identitas budaya, dan relasi harmonis manusia dengan alam dan leluhur. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi visual dari empat narasumber: sipatiti (ahli tato), pemilik tato, tokoh adat, dan masyarakat umum. Hasil penelitian mengungkap motif seperti daun dan kulit langsat yang sarat makna perlindungan, kesuburan, dan keharmonisan hidup. Berdasarkan teori Peirce, tato dianalisis sebagai representamen (wujud visual tato), objek (makna budaya dan spiritual), serta interpretan (penafsiran masyarakat). Tato juga diklasifikasikan sebagai ikon (kemiripan dengan alam), indeks (penanda status dan pengalaman hidup), dan simbol (makna hasil kesepakatan budaya). Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis di Desa Simatalu wilayah yang tetap menjaga tradisi di tengah modernisasi dan kontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi simbolik serta mendukung pelestarian budaya Mentawai. Temuan menunjukkan tato dipercaya sebagai identitas abadi yang tetap menyatu hingga kematian agar leluhur dapat mengenali. Penelitian ini diharapkan memberikan perspektif baru tentang makna tato sebagai media pewarisan identitas, spiritualitas, dan nilai budaya lokal Mentawai. Kata Kunci: Charles Sanders Peirce, Semiotika, Tato Tradisional Mentawai, Simbolisme Budaya, Desa Simatalu

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 302.2 Communication
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 30 Oct 2025 07:48
Last Modified: 30 Oct 2025 07:48
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38945
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item