POERNOMO, REINHART JOSHE (2025) PERSEPSI MASYARAKAT KOTA SEMARANG TERHADAP ATEISME. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.M1.0054-REINHART JOSHE POERNOMO-COVER_a.pdf Download (649kB) | Preview |
|
|
Text
21.M1.0054-REINHART JOSHE POERNOMO-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.M1.0054-REINHART JOSHE POERNOMO-DAPUS_a.pdf Download (763kB) | Preview |
|
|
Text
21.M1.0054-REINHART JOSHE POERNOMO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas persepsi masyarakat terhadap ateisme di salah satu kota besar di Indonesia yang dikenal cukup terbuka terhadap keberagaman. Ateisme, sebagai pandangan hidup yang menolak keberadaan Tuhan atau entitas supranatural, masih kerap dianggap menyimpang dalam masyarakat yang religius seperti Indonesia. Fenomena ini menarik untuk dikaji mengingat dinamika sosial yang terus berubah seiring perkembangan zaman dan globalisasi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam bagaimana masyarakat memandang ateisme dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 9 informan yang dipilih dari berbagai latar belakang usia dan agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman yang signifikan dalam pandangan masyarakat terhadap ateisme. Sebagian besar informan, terutama dari kalangan usia menengah ke atas, masih memandang ateisme secara negatif dan mengaitkannya dengan penyimpangan moral, bahkan menganggapnya sebagai ancaman terhadap nilai-nilai keagamaan dan kesatuan sosial. Mereka cenderung mengasosiasikan ateisme dengan perilaku amoral dan ketidakstabilan psikologis. Namun, kalangan tertentu, terutama generasi muda dan mereka yang berpendidikan tinggi, mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka dan progresif. Kelompok ini cenderung melihat ateisme sebagai bagian dari hak individu dalam berkeyakinan dan kebebasan berekspresi, meskipun tidak sepenuhnya dapat menerima secara personal. Faktor-faktor seperti usia, tingkat pendidikan, lingkungan sosial, paparan media sosial, dan pengalaman personal berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap ateisme. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan literasi keberagaman dan penciptaan ruang dialog yang inklusif agar masyarakat dapat memahami dan menghargai perbedaan pandangan hidup tanpa prasangka negatif, sehingga tercipta harmoni sosial yang berkelanjutan. Kata Kunci: ateisme, persepsi masyarakat, keberagaman.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 07:48 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 07:48 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38932 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
