ADITYA, ANANDA NDHARU SULTAN (2025) PERAN ASESMEN SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PENYALAHGUNA NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C1.0127-ANANDA NDHARU SULTAN ADITYA-COVER_a.pdf Download (753kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0127-ANANDA NDHARU SULTAN ADITYA-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0127-ANANDA NDHARU SULTAN ADITYA-DAPUS_a.pdf Download (706kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0127-ANANDA NDHARU SULTAN ADITYA-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (936kB) |
Abstract
Penelitian dengan judul “Peran Asesmen Sebagai Pertimbangan Hakim Terhadap Penyalahguna Narkotika (studi Putusan Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg)” bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalahguna narkotika, serta menganalisis pengaruh hasil asesmen terpadu terhadap pertimbangan hakim dalam perkara Nomor 437/Pid.Sus/2023/Pn.Smg. Penulisan skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, dan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Objek penelitian meliputi Putusan Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg dan hasil asesmen terpadu yang terdapat dalam berkas perkara. Elemen yang dianalisis mencakup pertimbangan hakim, fakta hukum dalam persidangan, relevansi hasil asesmen, serta pandangan Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang menangani perkara tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalahguna narkotika meliputi apakah terdakwa pernah dihukum sebelumnya, sikap terdakwa selama persidangan, penyesalan atas perbuatannya, kehadiran keluarga, serta hasil asesmen terpadu. Kehadiran keluarga dipandang penting apabila terdakwa direkomendasikan menjalani rehabilitasi, mengingat rehabilitasi seringkali memerlukan biaya. Dalam perkara Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg, asesmen hanya dijadikan sebagai pertimbangan yang bersifat meringankan dan belum menjadi dasar hukum yang mengikat. Meskipun asesmen merekomendasikan rehabilitasi, hakim tetap menjatuhkan pidana penjara. Hal ini mencerminkan bahwa peran asesmen dalam praktik peradilan masih terbatas karena sangat bergantung pada diskresi hakim Kata Kunci: Pertimbangan hakim, Asesmen Terpadu, Penyalahguna Narkotika, Rehabilitasi, Putusan Pengadilan
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 07:41 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 07:41 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38863 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
