Search for collections on Unika Repository

PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA PERCERAIAN BAGI PASANGAN YANG BERAGAMA KATOLIK (STUDI KASUS PUTUSAN No. 34/Pdt.G/2024/PN. Sgn)

VIRGIN, THEODORA ARINDA (2025) PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA PERCERAIAN BAGI PASANGAN YANG BERAGAMA KATOLIK (STUDI KASUS PUTUSAN No. 34/Pdt.G/2024/PN. Sgn). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
18.C1.0089-THEODORA ARINDA VIRGIN-COVER_a.pdf

Download (975kB) | Preview
[img] Text
18.C1.0089-THEODORA ARINDA VIRGIN-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
18.C1.0089-THEODORA ARINDA VIRGIN-DAPUS_a.pdf

Download (785kB) | Preview
[img] Text
18.C1.0089-THEODORA ARINDA VIRGIN-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (965kB)

Abstract

Perkawinan menurut ajaran agama Katolik bersifat sacral dan tidak dapat diputuskan oleh perceraian, karena dianggap sebagai perjanjian suci yang tidak dapat diputuskan oleh kuasa manusia kecuali oleh kematian. Namun, dalam praktik peradilan di Indonesia yang menganut sistem hukum positif dan memberikan wewenang kepada Pengadilan Negeri untuk mengadili perkara perceraian bagi warga negara Indonesia yang beragama selain islam, perceraian tetap dapat terjadi termasuk bagi pasangan Katolik. Oleh karenanya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim serta hambatan hakim dalam memutus perkara perceraian bagi pasangan Katolik. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dengan studi pustaka melalui studi kasus terhadap putusan pengadilan. Data diperoleh dari putusan pengadilan, literature hukum, serta wawancara dengan pihak yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam perkara ini lebih mengedepankan ketentuan dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Meskipun dalam agama Katolik tidak mengakui perceraian, namun hakim tetap berwenang memutus perkara berdasarkan alasan-alasan hukum seperti perselisihan yang terus-menerus dan tidak adanya kemungkinan untuk rujuk sebagaimana diatur dalam Pasal 39 Undang-Undang Perkawinan. Hambatan yang dihadapi hakim antara lain adalah pertentangan antara nilai-nilai agama dengan hukum negara, adanya tekanan moral atau sosial dari lingkungan keagamaan serta keterbatasan pemahaman pasangan Katolik terhadap mekanisme hukum perdata dalam perkara perceraian

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 30 Oct 2025 07:34
Last Modified: 30 Oct 2025 07:34
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38781
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item