FELJITO, MICHAEL GIANTARO (2025) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP TERJADINYA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIKA SOEGIJAPRANATA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.P1.0047-MICHAEL GIANTARO FELJITO-COVER_a.pdf Download (936kB) | Preview |
|
|
Text
21.P1.0047-MICHAEL GIANTARO FELJITO-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.P1.0047-MICHAEL GIANTARO FELJITO-DAPUS_a.pdf Download (714kB) | Preview |
|
|
Text
21.P1.0047-MICHAEL GIANTARO FELJITO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar belakang: GERD adalah kejadian refluks isi lambung menuju esofagus atau rongga mulut yang involunter secara berkepanjangan atau kronik disertai gejala dan komplikasi. Obesitas merupakan faktor resiko GERD yang dapat diukur dengan IMT. Penelitian sebelumnya mendapatkan 65,3% mahasiswa obesitas. Studi lainnya menyatakan 30,05% mahasiswa mengalami GERD. Penelitian lainnya menyatakan 38,3% mahasiswa memiliki pengetahuan GERD kurang dan 40,4% mahasiswa kurang baik menjalankan pencegahan GERD. Sedentary behaviour pada mahasiswa juga cukup tinggi. Belum terdapat data karakteristik IMT dan prevalensi GERD pada Mahasiswa Fakultas psikologi Unika Soegijapranata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT dengan GERD, karakteristik IMT dan prevalensi GERD pada mahasiswa S1 Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata. Metode: Desain penelitian ini cross-sectional. Data didapatkan melalui pengukuran tinggi badan, berat badan dan GERDQ. Hasil: Data diperoleh berjumlah 361 responden dengan 51 (14,1) laki-laki dan 310 (85,9%) perempuan berasal dari semester 1-9 dengan rentang usia 17-26 tahun. Karakteristik IMT didapatkan 29 (8%) sangat kurus, 47 (13%) kurus, 206 (57,1%) normal, 27 (7,5%) gemuk, dan 52 (14,4%) obesitas. Prevalensi GERD didapatkan 281 (77,8%) kemungkinan tidak menderita GERD dan 80 (22,2%) kemungkinan menderita GERD. Uji korelasi spearman didapatkan signifikasi 0,732 (>0,05) menandakan tidak terdapat hubungan. Koefisien korelasi didapatkan sebesar 0,018 menandakan hubungan yang sangat lemah. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara IMT terhadap kejadian GERD pada mahasiswa S1 Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata. Hal ini dikarenakan terdapat faktor lain yang mungkin memicu terjadinya GERD, maka pencegahan GERD memerlukan pengendalian yang menyeluruh terhadap keseluruhan faktor risiko GERD.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 07:33 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 07:33 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38750 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
