TODING, ADITYA SATRIA WARDHANA (2025) PERBANDINGAN KADAR HbA1c PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-II DENGAN TERAPI KOMBINASI OBAT METFORMIN-GLIMEPIRIDE DAN METFORMIN-INSULIN DI PUSKESMAS KAGOK. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.P1.0029-ADITYA SATRIA WARDHANA TODING-COVER_a.pdf Download (626kB) | Preview |
|
|
Text
20.P1.0029-ADITYA SATRIA WARDHANA TODING-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.P1.0029-ADITYA SATRIA WARDHANA TODING-DAPUS_a.pdf Download (721kB) | Preview |
|
|
Text
20.P1.0029-ADITYA SATRIA WARDHANA TODING-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (883kB) |
Abstract
Latar Belakang: Penyakit yang paling umum adalah DM tipe-II. Ada banyak penyebab DM tipe-II, mulai dari kondisi umum seperti defisiensi insulin relatif hingga kelainan sekresi insulin yang dikombinasikan dengan resistensi insulin. Salah satu pemeriksaan penting untuk mengontrol diabetes melitus tipe II adalah pemeriksaan HbA1c. Dalam mengelola DM tipe-II, langkah pertama adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat serta dapat menggunakan terapi obat anti diabetes. Dalam penggunaan terapi obat anti diabetes (OAD) dapat diberikan metformin-glimepiride secara bersamaan atau dengan kombinasi insulin. Tujuan: Mengetahui perbandingan kadar HbA1c pada penderita DM tipe-II dengan terapi kombinasi obat metformin-glimepiride dan kadar HbA1c dengan terapi kombinasi obat metformin-insulin di Puskesmas Kagok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari pasien DM tipeII di Puskesmas Kagok. Pengambilan sampel secara purposive sampling didapatkan total 58 pasien menggunakan metformin-glimepiride dan metformininsulin. Hasil pemeriksaan rekam medis menjadi sumber data sekunder. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil: Didapatkan hasil signifikan menggunakan Uji Wilcoxon Test dengan nilai p value <0,05 (p= 0,003). Hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat penurunan lebih baik terhadap kadar HbA1c pada penderita DM tipe-II dengan terapi kombinasi obat metformin-insulin dibandingkan metformin-glimepiride. Kesimpulan: Terdapat penurunan lebih baik terhadap kadar HbA1c pada penderita DM tipe-II dengan terapi kombinasi obat metformin-insulin dibandingkan metformin-glimepiride di Puskesmas Kagok. Kata Kunci: Pasien DM tipe-II, terapi kombinasi obat anti diabetes, kadar HbA1c
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 07 Oct 2025 05:50 |
| Last Modified: | 07 Oct 2025 05:50 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38520 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
