Search for collections on Unika Repository

ANALISIS DEBIT PUNCAK AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS (HSS) (Studi Kasus: DAS Beringin, Kota Semarang)

SAPUTRA, INDRA YOGA and SARI, INTAN PERMATA (2025) ANALISIS DEBIT PUNCAK AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS (HSS) (Studi Kasus: DAS Beringin, Kota Semarang). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
20.B1.0020-INTAN PERMATA SARI&19.B1.0061-INDRA YOGA SAPUTRACOVER_a.pdf

Download (711kB) | Preview
[img] Text
20.B1.0020-INTAN PERMATA SARI&19.B1.0061ISI-INDRA YOGA SAPUTRA- ISI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[img]
Preview
Text
20.B1.0020-INTAN PERMATA SARI&19.B1.0061 INDRA YOGA SAPUTR -DAPUS_a.pdf

Download (764kB) | Preview
[img] Text
20.B1.0020-INTAN PERMATA SARI& 19.B1.0061-INDRA YOGA SAPUTRA - LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)

Abstract

DAS Beringin yang terletak di wilayah Kecamatan Mijen dan Ngaliyan mengalami perubahan tata guna lahan dari pertanian menjadi kawasan permukiman dan industri, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan debit puncak banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan tata guna lahan terhadap debit puncak di DAS Beringin, serta mengestimasi debit banjir berdasarkan data curah hujan dengan kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun, menggunakan pendekatan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) dengan tiga model yaitu HSS Limantara, HSS ITB-1, dan HSS Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada HSS Limantara, error awal sebesar 80,440% dapat dikurangi menjadi 78,02% setelah kalibrasi dengan penyesuaian Koefisien Manning, namun tetap menghasilkan debit puncak yang jauh lebih kecil dari data observasi sehingga tidak direkomendasikan. HSS ITB-1 menunjukkan error awal sebesar 50,442% yang kemudian menurun drastis menjadi 0,26% setelah dilakukan kalibrasi terhadap koefisien waktu (Ct) dan koefisien puncak (Cp), menunjukkan kesesuaian model yang sangat baik. Sementara itu, HSS Nakayasu yang awalnya memiliki error sebesar 41,497% berhasil dikalibrasi dengan menyesuaikan koefisien runoff (c) hingga error menurun menjadi 0,158%, juga menunjukkan akurasi yang sangat baik. Berdasarkan hasil kalibrasi, model HSS ITB-1 dan HSS Nakayasu dipilih untuk simulasi debit banjir pada tahun 2014, 2022, dan prediksi 2032. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan debit puncak seiring waktu akibat perubahan tata guna lahan yang terjadi di DAS Beringin.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering
Divisions: Faculty of Architecture and Design
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 06 Oct 2025 23:29
Last Modified: 06 Oct 2025 23:29
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38484
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item