NURHAYATI, BERNADETA RESTI and Simandjuntak, Marcella Elwina and SARASWATI, RIKA and NEGORO, R.B.J THEO ADI NEGORO PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK DETENI TANPA KEWARGANEGARAAN DI RUMAH DETENSI IMIGRASI SEMARANG. Project Report. Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Katolik Soegijapranata. (Unpublished)
|
Text
ST PENELITIAN INTERNAL DETENI.pdf Download (821kB) | Preview |
|
|
Text
LAP AKHIR _ PENELITIAN DETENI _ fix.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Setiap anak berhak memiliki kewarganegaraan. Di Indonesia, hak atas kewarganegaraan bagi anak diakui baik dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak maupun dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi di Indonesia. Pada prinsipnya, hak atas kewarganegaraan diberikan sejak anak lahir. Namun situasi tertentu dapat menyebabkan anak tidak memiliki kewarganegaraan dan status yang jelas. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah perlindungan hukum bagi anak Detensi tanpa kewarganegaraan dari seorang perempuan WNA yang lahir di Indonesia, dan solusi apakah yang dapat digunakan dalam mengatasi persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis, dengan menggunakan data primer dan data sekunder, dengan analisis kualitatif. Penelitian dilakukan di Rudenim Semarang, dengan melakukan Focus Group Discussion dengan Kepala Rudenim dan Staff terkait yang menangani pengelolaan Rudenim Semarang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Rudenim Semarang melakukan berbagai upaya untuk membantu agar anak Deteni tersebut mendapatkan perlindungan hukum. Langkah pertama Rudenim membantu mempertemukan anak Deteni dengan ayah biologisnya, dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya yang merupakan warga negara Indonesia. Upaya tersebut gagal, karena ayah biologis tidak bersedia mengajukan permohonan pengakuan anak ke Pengadilan Agama setempat. Upaya berikutnya adalah memulangkan Deteni ke negara dimana Deteni terdaftar sebagai warga negara (Taiwan). Upaya ini juga tidak membuahkan hasil karena pihak negara Taiwan tidak mengijinkan anak Deteni tersebut dibawa masuk ke Taiwan, karena tidak memiliki kewarganegaraan Taiwan. Solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut pihak Rudenim Semarang membantu mengupayakan agar Taiwan melepaskan status kewarganegaraan Taiwan. Upaya ini berhasil setelah pihak TETO (Taipei Economic and Trade Office) menyetujui untuk melepaskan status kewarganegaraan Taiwan dari Deteni tersebut. Rudenim Semarang juga membantu Deteni untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Selama menjalani masa tahanan di Rudenim Semarang, anak Deteni tersebut mendapatkan hak-hak dasar serta memperoleh hak atas pendidikan di SD terdekat. Luaran dari penelitian ini berupa jurnal nasional teraklreditasi dan prosiding dalam seminar nasional. Kata Kunci: Detensi imigrasi; deteni; perlindungan hukum; perlindungan anak; Rudenim Semarang.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law > Special Jurisdiction Areas 300 Social Sciences > 340 Law > 346 Private Law > Law Protection |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication |
| Depositing User: | Ms BERNADETA RESTI NURHAYATI |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:07 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:07 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38431 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
