HARIYANTO, MICHELLE CATARINA (2025) MANAJEMEN KONFLIK PEMERINTAH DAERAH TERHADAP SENGKETA MATA RUMAH PARENTAH ANTARA MATA RUMAH DENGAN SANIRI DAN PEMERINTAH NEGERI DI KABUPATEN MALUKU TENGAH. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-COVER_a.pdf Download (638kB) | Preview |
|
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-BAB_I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (775kB) |
||
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-BAB_II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (776kB) |
||
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-BAB_III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (760kB) |
||
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-BAB_IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-BAB_V_a.pdf Restricted to Registered users only Download (620kB) |
||
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-DAPUS_a.pdf Download (733kB) | Preview |
|
|
Text
21.M1.0004-MICHELLE CATARINA HARIYANTO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Proses penetapan mata rumah parentah di Kabupaten Maluku Tengah sering dihadapkan pada konflik yang kompleks antara tradisi dan hukum formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konflik yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menangani sengketa mata rumah parentah di empat negeri, yaitu Negeri Wotay, Negeri Telutih Baru, Negeri Hila, dan Negeri Asilulu. Penelitian ini menggunakan konsep mata rumah parentah dan manajemen konflik dan mengacu pada Face Negotiation Theory sebagai dasar untuk melakukan analisis. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara semi- terstruktur. Subjek yang di wawancara terdiri dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Bagian Pemerintahan Malteng, penjabat negeri, saniri negeri, dan raja dari empat negeri yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemda hanya berperan sebagai fasilitator, sementara penjabat negeri dan saniri negeri menjadi perpanjangan tangan Pemda dalam penyelesaian konflik di masing-masing negeri. Penyelesaian konflik dilakukan dengan menerapkan beberapa gaya manajemen konflik yakni dominating, compromising, dan avoiding. Melalui sudut pandang Face Negotiation Theory, ancaman terhadap muka menjadi faktor utama pemicu konflik dan gaya manajemen konflik yang digunakan dapat dipengaruhi oleh faktor budaya dari pihak-pihak yang berkonflik. Face Negotiation Theory menunjukkan bahwa gaya dominating dan competing cenderung berkaitan dengan wajah negatif, sementara gaya compromising lebih mencerminkan wajah positif. Saat ini ketiga negeri masih menerapkan sistem pemerintahan adat dengan pemimpin dari garis lurus mata rumah parentah, sedangkan satu negeri masih dalam proses pemilihan. Kesimpulannya, penyelesaian konflik melibatkan berbagai strategi dengan keputusan akhir dikembalikan kepada masing-masing negeri. Sebagai saran, penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi partisipatif agar memperoleh data yang lebih mendalam terkait dinamika dan faktor budaya yang mempengaruhi konflik mata rumah parentah. Kata Kunci: face negotiation theory, manajemen konflik, mata rumah parentah, pemda, saniri negeri
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | mr. Agust Darmaji |
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 07:08 |
| Last Modified: | 10 Jul 2025 07:08 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38044 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
