WIDJAJA, ELSA (2024) INFORMED CONSENT SEBAGAI PELINDUNGAN HUKUM DOKTER DALAM PELAYANAN ESTETIKA DI KLINIK PRATAMA. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_COVER.pdf Download (806kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (993kB) |
||
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (771kB) |
||
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_DAFPUS.pdf Download (828kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0111_ELSA WIDJAJA_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Saat ini, dengan adanya globalisasi, pelayanan estetika kini sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang yang menginginkan kulit yang sehat. Dokter selaku pemberi pelayanan estetika terhadap pasien memiliki hak dan kewajiban. Informed consent merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang dokter pelaksana dalam memberikan pelayanan estetika. Penting untuk memiliki pemahaman yang menyeluruh bagi dokter mengenai proses pemberian informed consent kepada pasien di klinik kecantikan dan apakah informed consent dapat memberikan pelindungan hukum kepada dokter selaku yang melakukan pelayanan estetika di klinik kecantikan. Penelitian ini mengangkat permasalahan yang juga menjadi tujuan penulisan yaitu bagaimana pengaturan informed consent pada pelayanan estetika di klinik pratama, bagaimana pelindungan hukum bagi dokter dalam pelaksanaan informed consent pada pelayanan estetika di klinik pratama dan bagaimana faktor – faktor yang mempengaruhi pelindungan hukum bagi dokter dalam pelaksanaan informed consent pada pelayanan estetika di klinik pratama. Penelitian ini termasuk penelitian yuridis empiris. Analisa dilakukan dengan menghubungkan teori-teori yang relevan, yaitu peraturan perundang-undangan yang berlaku, jurnal, dan artikel yang terkait dengan permasalahan yang ada dalam penelitian. Dari hasil penelitian disimpulkan informed consent dapat memberikan pelindungan hukum bagi dokter dalam pelaksanaan pelayanan estetika di klinik pratama dimana pengaturan informed consent pada pelayanan estetika di klinik pratama berjalan dengan baik dan sesuai dengan dasar pengaturan dalam Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290 Tahun 2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Dalam pelindungan hukum bagi dokter dalam pelaksanaan informed consent pada pelayanan estetika di klinik pratama baik dari dokter, pasien, klinik pratama, Konsil Kesehatan Indonesia, Majelis Disiplin Profesi sampai pemerintah terlibat didalamnya. Adapun faktor yang mempengaruhi pelindungan hukum bagi dokter dalam pelaksanaan informed consent pada pelayanan estetika di klinik pratama yakni faktor yuridis, teknis dan sosial.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law > Medical Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 05:00 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 05:00 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37876 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
