WIJAYA, AULIA (2024) PELAKSANAAN KEWAJIBAN PELAKU USAHA GERAI MAKANAN SIAP SAJI DALAM MENJAMIN KEAMANAN PRODUK PANGAN YANG DISAJIKAN DI EVENT SCBD WEEK LAND KAWASAN SCBD PARK JAKARTA. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_COVER.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_DAFPUS.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0084_AULIA WIJAYA_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Makanan merupakan kebutuhan dasar yang vital untuk kehidupan aktif dan produktif. Namun, data WHO menunjukkan ancaman serius terhadap kesehatan global akibat konsumsi pangan tidak aman, dengan lebih dari 600 juta kasus pada tahun 2015 dan jutaan kematian setiap tahun. Di Indonesia, keamanan pangan olahan siap saji diatur ketat melalui regulasi untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kasus keracunan makanan menekankan kewajiban pelaku usaha untuk menerapkan sistem keamanan pangan sesuai standar sanitasi dan kualitas yang ditetapkan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan dan pelaksanaan kewajiban pelaku usaha gerai makanan siap saji dalam memastikan keamanan produk pangan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan deskriptif analitik, mengombinasikan data primer dari wawancara dan kuesioner serta data sekunder dari tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan terkait kewajiban pelaku usaha telah diatur secara komprehensif. Namun, pelaksanaan kewajiban di event SCBD Week land menunjukkan tingkat kepatuhan yang bervariasi, dengan kelemahan utama berupa rendahnya pelatihan higiene dan sanitasi serta kurangnya penerapan prinsip pencegahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi aspek regulasi, sosial, dan teknis. Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya peningkatan koordinasi antar lembaga, sosialisasi, dan edukasi untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi hak konsumen. Rekomendasi mencakup pengawasan lebih efektif oleh pemerintah, pelatihan intensif bagi pelaku usaha, serta dorongan bagi konsumen untuk aktif menjaga keamanan pangan.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law > Medical Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 04:52 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 04:52 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37853 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
