DIANSYAH, WAHYU (2024) PERTIMBANGAN ETIS DAN HUKUM TERHADAP DOKTER PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENOLAK TINDAKAN HEMODIALISIS. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_COVER.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (13MB) |
||
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
||
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_DAFPUS.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0037-WAHYU DIANSYAH_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 4 ayat (1) huruf f, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak menentukan sendiri Pelayanan Kesehatan yang diperlukan bagi dirinya secara mandiri dan bertanggung jawab termasuk dalam penolakan tindakan hemodialisis, namun hal ini mengakibatkan dilema etis dan hukum bagi dokter karena pertimbangan antara menghormati otonomi pasien yang menolak hemodialisis dan kewajiban dokter secara profesional untuk menyelamatkan nyawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan etik dan hukum bagi dokter dalam melakukan tindakan hemodialisis terhadap pasien gagal ginjal, serta akibat dari sisi etik dan hukum terhadap dokter atas penolakan pasien gagal ginjal untuk tindakan hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan menggunakan data sekunder sebagai bahan utama dan data primer sebagai pelengkap. Hasil penelitian selanjutnya dilakukan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertimbangan etik artinya adanya manfaat yang diberikan setelah dilakukan hemodialisis, penilaian segi keberhasilan Tindakan hemodialisis, serta pemahan pasien tentang hemodialisis dan konsekuensi penolakanya. Sedangkan pertimbangan hukum artinya adanya hak pasien yang wajib dijaka keputusanya, kewajiban dokter melakukan apa yang diminta sesuai dengan SOP Rumah Sakit, kepatuhan dokter terhadap kode etik dan regulasi bagi dokter yang akan melakukan hemodialisis. Akibat etik dan hukum penolakan tindakan hemodialisis adalah rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap profesi medis, integritas dokter yang menurun, meskipun demikian dokter tetap berkewajiban memonitor dan memberikan perawatan terbaik yang mungkin diberikan. Penolakan pasien harus dihormati oleh dokter dan didokumentasikan dengan baik. Melakukan tindakan tanpa persetujuan pasien dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum dan berisiko tuntutan malpraktik. Dokter juga harus mematuhi kode etik profesional yang menghormati otonomi pasien. Melanjutkan tindakan tanpa persetujuan pasien dapat berakibat tuntutan hukum dan pelanggaran kode etik profesi. Namun, dengan mematuhi semua kewajiban sesuai ketentuan hukum, dokter akan mendapatkan perlindungan hukum dari tuntutan yang tidak berdasar. Kata Kunci: Dilema Etik, Dilema Hukum, Dokter, Hemodialisis.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 06:31 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 06:31 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37706 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
