SUDARMANTO, ALIF MUHAMMAD (2024) PENGATURAN ETIK DAN DISIPLIN PROFESI TENAGA MEDIS DI INDONESIA PASCA PENGESAHAN UNDANG- UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_COVER.pdf Download (922kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (16MB) |
||
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (43MB) |
||
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (596kB) |
||
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_DAFPUS.pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0001-ALIF MUHAMMAD SUDARMANTO_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (310kB) |
Abstract
Ancaman penyakit terhadap usia harapan hidup menuntut keterlibatan profesi tenaga medis. Akan tetapi, terdapat peningkatan pengaduan pelanggaran disiplin per lima tahun dari tahun 2006 hingga 2022. Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan kebaharuan yang mengubah pengaturan penegakan etika dan disiplin tenaga medis sehingga membutuhkan analisis untuk memahami dampaknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaturan penegakan etik dan disiplin profesi tenaga medis dan hubungannya dengan penegakan hukum pasca pengesahan undang-undang tersebut serta menjelaskan pengaturan yang ideal di Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual, komparatif, dan perundangundangan. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis data dilakukan secara kualitatif normatif untuk memahami dan menemukan fakta berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian menemukan bahwa sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, pengaturan penegakan etika dan disiplin tenaga medis di Indonesia memiliki berbagai kelemahan. Setelah pemberlakuan undang-undang ini, beberapa kelemahan, seperti hubungan antara majelis penegakan etik dengan disiplin profesi, belum dapat terselesaikan. Terdapat pula permasalahan baru yang timbul akibat pengesahannya, seperti bentuk dan independensi dari majelis. Namun, ditemukan adanya perubahan positif yang signifikan dalam pengaturan dan implementasi penegakan disiplin, seperti pengaturan terkait rekomendasi majelis penegakan disiplin profesi terhadap pengadilan pidana dan perdata. Penelitian juga membandingkan sistem penegakan di Indonesia dengan Amerika Serikat, Britania Raya, dan Singapura yang menemukan bahwa setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi dapat memberikan masukan bagi Indonesia dalam menyempurnakan pengaturannya. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 membawa perubahan positif, seperti rekomendasi majelis, dan negatif, seperti absennya pengaturan penegakan etik dan bentuk majelis disiplin. Implementasi pengaturan tersebut masih membutuhkan penyesuaian dan evaluasi berkelanjutan. Perbandingan dengan negara lain menunjukkan bahwa Indonesia dapat mengadopsi beberapa praktik terbaik untuk meningkatkan efektivitas dan keadilan pengaturan. Kata Kunci: Disiplin Profesi, Etik, Majelis, Tenaga Medis
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Law |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 05:55 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 05:55 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37692 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
