ALIKHLASH, RAHMANIA (2024) PERTANGGUNGJAWABAN DAN PELINDUNGAN HUKUM BAGI MAHASISWA CO- ASSISTANT KEDOKTERAN GIGI DI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO, KOTA SEMARANG. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_COVER.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
||
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
||
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (711kB) |
||
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_DAFPUS.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0075-RAHMANIA ALIKHLASH_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (392kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya kepastian hukum bagi mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi (Co-Assistant). Sesuai dengan Pasal 23 ayat 1 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2052 Tahun 2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran disebutkan bahwa dokter gigi dapat memberikan pelimpahan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi kepada tenaga kesehatan lainnya, mahasiswa co-ass meskipun terlibat dalam kegiatan klinis sebagai bagian dari kurikulum, tidak dapat secara formal dikategorikan sebagai tenaga kesehatan dan belum memiliki izin praktik resmi, sehingga mereka berada dalam posisi yang rentan terhadap pelanggaran hukum. Ketidakelasan posisi hukum mereka merugikan dan menempatkan mereka pada risiko tinggi. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: 1) bagaimana pengaturan terkait kedudukan hukum mahasiswa Co-Assistant kedokteran gigi? 2)Bagaimana bentuk pertanggungjawaban dan Pelindungan hukum terhadap tindakan medis yang dilaksanakan oleh mahasiswa Co-Assistant kedokteran gigi di Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Kota Semarang? 3)Bagaimana Efektivitas Regulasi Pendidikan Profesi Kedokteran Gigi? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan pendekatan yuridis empiris. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam sengketa medis, pertanggungjawabannya melibatkan mahasiswa co-assistant, institusi pendidikan, dan dokter penanggung jawab. Dokter penanggung jawab, sebagai pemegang izin praktik, memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan medis dan dapat dikenakan sanksi jika memberikan pelimpahan wewenang yang tidak sesuai. Efektivitas regulasi hukum dalam pendidikan profesi kedokteran gigi dipengaruhi oleh kompetensi penegak hukum, fasilitas, kesadaran hukum, dan budaya hukum, seperti yang dijelaskan oleh Soerjono Soekanto. Penelitian menemukan bahwa faktor-faktor ini belum sepenuhnya diimplementasikan, sehingga menciptakan ketidakjelasan dalam kriteria kelalaian mahasiswa. Diperlukan pengembangan standar pelayanan kedokteran untuk memastikan kepastian hukum, kualitas pendidikan, dan profesionalisme. Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Pelindungan Hukum, Mahasiswa Co-Assistant Kedokteran Gigi,
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:48 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 03:48 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37655 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
