RAMADHANI, ADINDA EKA (2024) PELINDUNGAN HUKUM TERHADAP DOKTER DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI PASIEN YANG MENOLAK TINDAKAN MEDIS YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (STUDI DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG). S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_COVER.pdf Download (956kB) | Preview |
|
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
||
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
||
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_DAFPUS.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.C2.0080-ADINDA EKA RAMADHANI_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Walaupun telah memberikan pelayanan yang terbaik, dokter sering mendapatkan komplain dari keluarga pasien karena dianggap memberikan pelayanan yang kurang baik bagi pasien. Dalam praktik dapat pula ditemui kasus dimana keluarga pasien atau pasien menolak tindakan medis, sehingga berakibat fatal misalnya kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan hukum positif Indonesia dalam mengatur pelindungan hukum terhadap dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien yang menolak suatu tindakan medis, mengetahui kesiapan RSI Sultan Agung mengantisipasi situasi dimana pasien menolak tindakan medis yang diberikan dokter saat memberikan pelayanan kesehatan yang mengakibatkan kematian, dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung pemberian pelindungan hukum terhadap dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien yang menolak tindakan medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Objek penelitian ini adalah informasi terkait pelindungan hukum terhadap dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan berupa tindakan medis bagi pasien yang menolak tindakan medis yang mengakibatkan kematian di RSI Sultan Agung Semarang. Elemen yang diteliti adalah pihak manajemen rumah sakit, dokter, kebijakan dan SOP (Standard Operational Procedur) di RSI Sultan Agung terkait Pasien yang menolak tindakan medis, dan peraturan perundang-undangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia telah memberikan landasan yang kuat untuk melindungi dokter, sementara RSI Sultan Agung Semarang telah menunjukkan kesiapannya melalui prosedur standar yang matang dan pendekatan komunikatif yang efektif antar staf medis dan non-medis. Meskipun demikian, masih terdapat faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran hukum di antara staf medis dan masalah dalam dokumentasi rekam medis. Saran penulis adalah agar rumah sakit selalu meningkatkan kemampuan dan mengedukasi stah medis dan non-medis agar rumah sakit dapat terhindar dari tuntutan hukum. Kata Kunci: Pelindungan hukum, Dokter, Pelayanan kesehatan, Penolakan tindakan medis, Hukum Positif
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:32 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 03:32 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37635 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
