HERNASARI, ASTRI (2025) PERAN RUMAH SAKIT KETERGANTUNGAN OBAT (RSKO) JAKARTA DALAM PENANGGULANGAN KECANDUAN NARKOTIKA DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__COVER.pdf Download (803kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (756kB) |
||
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__DAPUS.pdf Download (987kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0098_DR. ASTRI HERNASARI, MM__LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (871kB) |
Abstract
RSKO Jakarta memiliki kewenangan dalam rehabilitasi pelaku penyalahgunaan narkotika, namun efektivitasnya masih terbatas karena banyak pelaku yang kembali menyalahgunakan narkoba dan perlu rehabilitasi ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran RSKO Jakarta dalam penanganan kecanduan narkotika dengan pendekatan restorative justice serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan pendekatan deskriptif analitis. Data penelitian meliputi data primer dan sekunder, serta tiga jenis bahan hukum seperti bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSKO berlandaskan pada berbagai regulasi hukum, seperti KUHAP, Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, , Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024, yang memberikan dasar hukum dalam menyediakan layanan rehabilitasi medis dan sosial bagi pengguna narkotika. Kemudian, RSKO memainkan peran yang sangat penting dalam sistem peradilan pidana terkait penyalahgunaan narkotika, dengan memberikan layanan rehabilitasi medis dan sosial bagi para tersangka yang mengalami ketergantungan narkotika. Tidak hanya itu, RSKO bertanggung jawab untuk melakukan asesmen medis dan psikologis, menentukan tingkat ketergantungan, serta memberikan perawatan yang diperlukan guna memulihkan kondisi fisik dan mental para tersangka. RSKO tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas medis, tetapi juga sebagai bagian integral dari pendekatan rehabilitatif dalam sistem peradilan pidana, yang sejalan dengan prinsip keadilan restoratif.. pada pelaksanaan peran ini, RSKO menghadapi beberapa hambatan terkait faktor hukum, penegakan hukum, sarana prasarana, masyarakat, dan budaya. Beberapa hambatan termasuk konflik norma dalam peraturan yang menyebabkan pelaku tidak selalu mendapat rehabilitasi, kurangnya koordinasi antara institusi terkait, serta stigma sosial terhadap pecandu narkotika yang menghambat proses rehabilitasi. Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan revisi regulasi terkait restorative justice dalam perkara narkotika, serta peningkatan koordinasi antara lembaga terkait dan alokasi dana yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi di RSKO Jakarta.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | mr. Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 11:19 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 11:19 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37404 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
