SUARLEMBIT, EGEINSIA MERLYN (2025) PEMBUATAN VISUM ET REPERTUM (VER) SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA TERHADAP ANAK PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL (STUDI DI RSUD MASOHI, KABUPATEN MALUKU TENGAH). S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0127_Egeinsia Merlyn Suarlembit_LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Visum et Repertum (VeR) merupakan suatu laporan tertulis dari dokter (ahli) yang dibuat tentang apa yang dilihat dan ditemukan atas bukti hidup, fisik ataupun barang bukti lain berdasarkan pengetahuan. VeR menguraikan segala sesuatu yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan medis, oleh sebab itu dapat dianggap sebagai pengganti alat bukti. Setiap dokter yang membuat VeR harus mempunyai pemahaman terkait prosedur medikolegal dan terlatih secara teknis dalam melakukan pemeriksaan serta mempunyai kemampuan untuk menginterpretasi hasil pemeriksaannya dengan tepat. Pada kasus kekerasan seksual pada anak, diperlukan hasil pemeriksaan berupa Visum et Repertum dalam rangka pembuktian. Penelitian ini mengkaji pembuatan VeR di RSUD Masohi dan bertujuan untuk mengetahui proses dan langkah-langkah pembuatan VeR serta mengetahui kendala yang dihadapi Rumah Sakit dan dokter dalam pembuatan VeR bagi anak perempuan korban kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis Data primer dan sekunder diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosedur dan langkah-langkah pembuatan VeR di RSUD Masohi telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), KUHP, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Peraturan Kepala Kepolisian Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Kedokteran Kepolisian. Terdapat beberapa kendala yang dialami oleh RSUD Masohi dalam pembuatan VeR yakni kendala dari faktor aparat penegak hukum, sarana prasarana, budaya hukum dan dampak hukum. Adapun faktor yang paling mempengaruhi proses pembuatan VeR dalam kasus kekerasan seksual pada anak adalah sarana dan budaya hukum. Pemerintah diharapkan dapat membuat regulasi khusus yang mengatur tentang proses dan langkah-langkah pembuatan Visum et Repertum sebagai pedoman atau dasar hukum pembuatan Visum et Repertum kepada anak sebagai korban kekerasan seksual. Diperlukan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pembuatan Visum et Repertum guna membantu aparat penegak hukum mengumpulkan alat bukti tindak pidana kekerasan seksual.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences 300 Social Sciences > 340 Law 400 Language 500 Science |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | mr. Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 04:27 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 04:27 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37357 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
