PRATIWI, ADILIA HESTI (2024) PENANGKARAN BURUNG KAKATUA DI BALI. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__COVER.pdf Download (610kB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (960kB) |
||
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
||
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) |
||
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (957kB) |
||
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__DAFPUS.pdf Download (893kB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0073_ADILIA HESTI PRATIWI__LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Kakatua termasuk ke dalam spesies burung paruh bengkok yang beberapa jenis spesiesnya masuk ke dalam satwa yang dilindungi di Indonesia yang dimuat dalam (Kehutanan M. , Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, 2018) yang diterbitkan pada tanggal 29 Juni 2018. Selain itu satwa ini termasuk kedalam kategori kritis berdasarkan Red List International Union for Conservation of Nature (IUCN). Maka dari itu diperlukan sebuah upaya konservasi untuk melestarikan dan memulihkan populasi satwa Kakatua. Kepunahan spesies ini dikarenakan berkurangnya habitat yang telah banyak berubah dan maraknya perburuan liar untuk perdangangan satwa. Populasi Kakatua di Indonesia diantarnya adalah di Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Sumbawa, dan Bali. Habitat asli dari spesies ini adalah hutan dengan keragaman spesies tumbuhan dan penutupan tajuk. Kakatua juga jarang dan hampir tidak dapat dijumpai di hutan yang memiliki luas kurang dari 1.000 ha, karena spesies ini lebih menyukai hutan primer yang belum terganggu manusia dengan karakter hutan berpohon besar sebagai lokasi bersarang. Pulau Bali merupakan salah satu tempat persebaran di Indonesia Pulau ini di pilih karena kurangnya kesadaran masyrakat Bali atas hampir punahnya spesies ini. Sehingga agar Kakatua tidak punah di Pulau ini diperlukan sebuah wadah atau penangkaran yang sesuai atau kurang lebih mirip dengan habitat asli dari Burung Kakatua agar dapat meningkatkan populasi nya. Cara pelestarian satwa yang akan dilakukan adalah dengan pelestarian Ex Situ yaitu membawa satwa ke luar habitat aslinya dan masuk ke dalam habitat baru yang lebih terkontrol. Selain itu, dengan adanya proyek Penangkaran Burung Kakatua dapat menjadi fasilitas publik yaitu sebagai pusat rekreasi dan wisata edukasi yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Dalam proyek ini, respon dalam pemecahan masalah pada urgensi topik dengan menggunakan pendekatan yang dapat menjawab permasalahan yang ada dikarenakan sangat berkaitan dengan bangunan Penangkaran Burung Kakatua yang harus memperhatikan hubungan antara bangunan dengan lingkungan yang sesuai dengan habitat asli dari Kakatua. Kata Kunci : Pusat Konservasi, Burung Kakatua, Bali
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 03:11 |
| Last Modified: | 02 Jul 2025 03:11 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37204 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
