ANNISA, INDRIA DEVI (2024) PANTI ASUHAN UNTUK ANAK DIFABEL FISIK DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__COVER.pdf Download (886kB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (11MB) |
||
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (17MB) |
||
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__DAFPUS.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0062_INDRIA DEVI ANNISA__LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (334kB) |
Abstract
Panti asuhan merupakan salah satu bentuk layanan sosial yang dapat memberikan tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan keterampilan kepada anak-anak yang membutuhkan. Menurut Peraturan Menteri Sosial, usia anak asuh yang menjadi tanggungan di panti asuhan memiliki rentang antara 0-18 tahun. Karena anak-anak dengan usia 0-18 tahun masih belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara mandiri. Berdasarkan data dari Pemerlu (PPKS) tahun 2023, jumlah anak dengan kedisabilitasan (ADK) dengan status kesejahteraan rendah di Kota Semarang mencapai 424 jiwa. Jumlah disabilitas tertinggi yaitu anak dengan disabilitas fisik yang mencapai 194 jiwa atau 45,65% dari total anak dengan kedisabilitasan. Menurut satu data kota semarang dari berbagai panti yang tersedia, hanya 11% penyandang disabilitas fisik yang dapat dilayani kebutuhannya per tahun. Sedangkan pada data PSKS, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di kota Semarang berjumlah 66. Namun dari jumlah yang tercatat, kota Semarang belum memiliki panti asuhan yang khusus melayani anak difabel fisik. Pembangunan panti asuhan untuk anak difabel fisik di kota Semarang merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Panti asuhan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anak difabel fisik secara komprehensif, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun sosial. Pada bangunan panti asuhan untuk anak difabel fisik, fokus utama adalah pada fasilitas yang mendukung mobilitas anak-anak difabel fisik, seperti ramp, handrail, dan elemen-elemen rancangan lainnya yang sesuai dengan standar difabel fisik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna Panti asuhan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak difabel fisik untuk tumbuh dan berkembang. Kata kunci : Panti asuhan anak, Difabel fisik, Disabilitas, Aksesbilitas
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 03:10 |
| Last Modified: | 02 Jul 2025 03:10 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37196 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
