Search for collections on Unika Repository

GEDUNG PELATIHAN MITIGASI BAGI BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI KOTA SEMARANG

LELANA, HERLAMBANG PUTRA PERDANA (2024) GEDUNG PELATIHAN MITIGASI BAGI BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__COVER.pdf

Download (806kB) | Preview
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (13MB)
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (18MB)
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (716kB) | Preview
[img] Text
20.A1.0040_HERLAMBANG PUTRA PERDANA LELANA__LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa. Karena Termasuk ke dalam area pesisir, sejatinya area ini termasuk kawasan yang rawan terhadap bencana banjir. Selain banjir, Kota Semarang juga memiliki masalah kebencanaan lain yaitu bencana tanah longsor. Bencana tanah longsor sering terjadi di Kota Semarang dikarenakan kondisi geografis Kota Semarang yang memiliki 2 jenis topografi, yaitu topografi berkontur di area selatan dan topografi relatif datar di area utara. Bencana banjir dan tanah longsor menjadi bencana yang dominan terjadi di Kota Semarang yang diperlihatkan dalam data dari BPBD Kota Semarang yang menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun (2014 - 2024) telah terjadi 57 bencana banjir dan 118 bencana longsor. Dari hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya usaha mitigasi lebih lanjut bagi masyarakat semarang. Pemilihan ini didasarkan pada rentannya masyarakat terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor dan upaya mitigasi masyarakat yang masih belum terlihat. Selain itu, keadaan ini juga belum dapat dibenahi oleh BPBD Kota Semarang karena kurangnya fasilitas pelatihan bagi masyarakat. Oleh karena itu, dalam perancangan kali ini, desain dimaksudkan sebagai sebuah langkah awal bagi upaya mitigasi masyarakat Kota Semarang, terutama berkaitan dengan permasalahan bencana banjir dan tanah longsor. Dalam perancangan ini, desain akan difokuskan pada bagaimana dampak bencana dapat mempengaruhi arsitektur desain dan bagaimana cara desain dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Berdasarkan konsep tersebut, pengaruh dari bencana pada bangunan adalah penggunaan konsep Arsitektur Adaptif Berkelanjutan ( Adaptive and Sustainable Architecture ) dan Arsitektur Tanggap Bencana. Dengan adanya perencanaan gedung pelatihan mitigasi bagi bencana banjir dan tanah longsor di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi sebuah langkah pertama dalam usaha pemerintah kota lewat BPBD Kota Semarang untuk dapat mengurangi dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Semarang Kata Kunci : Banjir, Tanah Longsor, Pelatihan Mitigasi, Arsitektur Tangguh, Arsitektur Adaptif

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture
Depositing User: Ms Melania Adirati
Date Deposited: 02 Jul 2025 03:10
Last Modified: 02 Jul 2025 03:10
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37179
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item