Search for collections on Unika Repository

PUSAT REHABILITASI PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN SEKSUAL

GONDOATMODJO, LAUW, MILKA VIVIAN (2024) PUSAT REHABILITASI PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN SEKSUAL. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB)
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (13MB)
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
20.A1.0005_LAUW, MILKA VIVIAN GONDOATMODJO__LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Kekerasan seksual merupakan isu krusial yang sangat mempengaruhi penyintas baik secara psikologis hingga fisik, dan sebagian besar dari kasus ini dialami oleh perempuan. Para penyintas kekerasan seksual menganggap bahwa dirinya kotor sehingga ia merasa kehilangan harga diri dan takut terhadap penilaian orang lain. Di Indonesia, kasus kekerasan seksual merupakan kasus tertinggi dari kasus kekerasan lainnya. Provinsi Jawa Tengah memperingkati posisi ketiga dengan kasus kekerasan tertinggi, dan Kota Semarang sebagai peringkat pertama dengan kasus kekerasan tertinggi di Jawa Tengah. Menurut data DP3A Kota Semarang, Kota Semarang memiliki kasus kekerasan seksual yang cukup tinggi, namun belum ada tempat yang secara khusus menangani kasus tersebut. Tempat-tempat rehabilitasi yang sudah ada kebanyakan masih mengarah kepada kasus KDRT dengan bangunan yang digunakan adalah rumah yang kebetulan kosong dan belum didesain secara khusus, sehingga secara kualitas belum memenuhi untuk menciptakan ruang yang memberi dukungan pemulihan pascakekerasan yang dialami oleh para penyintas. Dengan permasalahan yang ada, bangunan pusat rehabilitasi ini diharapkan dapat memberikan ruang aman bagi perempuan yang mengalami kekerasan seksual sebagai tempat memperbaiki kondisi psikologis maupun fisik para penyintas dan mendapatkan bekal untuk melanjutkan hidup. Pendekatan yang akan digunakan dalam perancangan ini adalah Health and Well-Being Architecture yang berorientasi kepada kualitas hidup manusia. Pusat Rehabilitasi Perempuan yang Mengalami Kekerasan Seksual menjadikan perempuan yang secara spesifik mengalami hal tersebut menjadi subjek pertimbangan utama dalam perancangan. Strategi yang ditempuh adalah dengan mempelajari fenomena kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan tersebut secara spesifik melalui wawancara dengan pihak terkait, melalui studi-studi yang sudah ada, dan mempelajari bangunan sejenis yang sudah ada sehingga dapat diterjemahkan ke dalam suatu bangunan yang memenuhi kebutuhan dan berkualitas. Perancangan akan memisahkan antara kebutuhan medis, sosial, dan vokasional dengan adanya area tinggal yang dikhususkan bagi para penyintas kekerasan seksual fisik berat. Dan lokasi yang dipilih sangat memperhatikan privasi dari para penyintas. Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Perempuan, Kekerasan Seksual, Health and Well-Being Architecture

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture
Depositing User: Ms Melania Adirati
Date Deposited: 01 Jul 2025 05:56
Last Modified: 01 Jul 2025 05:56
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37097
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item