PUTERI, YULIA EKA (2025) PERAN JUSTICE COLABORATOR DALAM MENGUNGKAP KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 798/PID. B/2022/PN. JKT.SEL). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-COVER_a.pdf Download (838kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-BAB_I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-BAB_II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-BAB_III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-BAB_IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (796kB) |
||
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-DAPUS_a.pdf Download (921kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0031-YULIA EKA PUTERI-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penegakan hukum kasus tindak pidana pembunuhan sering kali mengalami berbagai tantangan, terkhusus dalam pengidentifikasian pelaku utama dan motif kejahatannya. Salah satu yang menjadi cara berkontribusi dalam pengungkapan kejahatan berat adalah dengan menggunakan Justice Collaborator yaitu individu yang secara bersamasama ikut melakukan tindak pidana namun mau bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna memberikan keterangan yang selama proses pemeriksaan dan peradilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dari Justice Collaborator dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan berdasarkan Putusan Nomor 798/Pid. B/2022/PN.Jkt.Sel. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan narasumber ahli hukum yang berpengalaman dalam penanganan kasus terkait Justice Collaborator. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Justice Collaborator memiliki peran yang signifikan dalam proses pengungkapan suatu kejahatan di mana keterangan yang diberikan dapat mendukung alat bukti lainnya. Namun, penetapan status justice collaborator masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan perlindungan hukum baginya, termasuk diberikannya penghargaan berupa keringanan hukuman. Peran Justice Collaborator dalam sistem peradilan pidana di Indonesia sangat krusial, terutama dalam pengungkapan tindak pidana pembunuhan yang di dalamnya melibatkan lebih dari satu pihak, oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam regulasi serta mekanisme pelindungan bagi Justice Collaborator supaya efektivitasnya dapat semakin optimal dalam membantu proses penegakan hukum. Saran Penulis adalah perlunya perbaikan dalam regulasi serta mekanisme perlindungan bagi justice collaborator agar terdapat kepastian hukum guna terungkapnya suatu kejahatan terutama kasus pembunuhan, namun di lain pihak tetap dapat memberikan sutu keuntungan bagi Justice Collaborator yang telah membantu penegakan hukum.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law 300 Social Sciences > 340 Law > 349 Law of specific jurisdictions & areas |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 06:24 |
| Last Modified: | 25 Jun 2025 06:24 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36897 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
