Search for collections on Unika Repository

KEABSAHAN HUKUM DAN MORAL DALAM IBU PENGGANTI: PERJANJIAN TAK BERNAMA, KEBEBASAN BERKONTRAK DAN OTONOMI PEREMPUAN ATAS TUBUHNYA

NINGSIH, NATALIA WAHYUNI (2025) KEABSAHAN HUKUM DAN MORAL DALAM IBU PENGGANTI: PERJANJIAN TAK BERNAMA, KEBEBASAN BERKONTRAK DAN OTONOMI PEREMPUAN ATAS TUBUHNYA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-COVER_a.pdf

Download (750kB) | Preview
[img] Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-BAB_I_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (764kB)
[img] Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-BAB_II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-BAB_III_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-BAB-IV_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (631kB)
[img]
Preview
Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-DAPUS_a.pdf

Download (801kB) | Preview
[img] Text
21.C1.0003-NATALIA WAHYUNI NINGSIH-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji keabsahan hukum dan moral dalam praktik ibu pengganti (surrogacy) di Indonesia, dengan fokus pada posisi perjanjian ibu pengganti sebagai perjanjian tak bernama (innominaat), prinsip kebebasan berkontrak, serta relasinya dengan otonomi perempuan atas tubuhnya. Praktik ini belum memiliki landasan eksplisit dalam sistem hukum positif Indonesia, termasuk dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekosongan hukum yang ada dan menilai apakah perjanjian ibu pengganti dapat dikategorikan sebagai sah berdasarkan asas-asas perjanjian dalam Pasal 1320 KUH Perdata, khususnya mengenai unsur “sebab yang halal” dan tidak bertentangan dengan kesusilaan atau ketertiban umum. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis, yang mengombinasikan analisis normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan asas hukum dengan studi empiris terhadap praktik ibu pengganti yang telah terjadi. Data diperoleh melalui studi literatur dan wawancara yang menggambarkan bagaimana perjanjian ibu pengganti diselenggarakan dalam praktik, serta bagaimana masyarakat Indonesia dan aparat hukum menilainya dari perspektif hukum dan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian ibu pengganti berada dalam wilayah abu-abu hukum: secara normatif belum dilarang secara eksplisit, namun rentan dianggap melanggar kesusilaan atau nilai moral masyarakat. Di sisi lain, praktik ini juga membuka ruang perdebatan mengenai hak otonomi perempuan atas tubuhnya sebagai perwujudan Hak Asasi Manusia. Maka dibutuhkan kerangka hukum yang lebih komprehensif agar perjanjian ibu pengganti dapat dinilai secara adil, baik dari aspek legalitas maupun nilai-nilai moral.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
300 Social Sciences > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law
300 Social Sciences > 340 Law > 346 Private Law > Law Protection
300 Social Sciences > 340 Law > 349 Law of specific jurisdictions & areas
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mr Yosua Norman Rumondor
Date Deposited: 25 Jun 2025 06:23
Last Modified: 25 Jun 2025 06:23
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36889
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item