DEASABATINIE, CHRISTINA OLIVIA (2025) MEKANISME PENYIDIKAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU PENGEROYOKAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (STUDI KASUS: LP/B/308/VII/2024/SPKT/POLRESTABES SMG). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0093_CHRISTINA OLIVIA_LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian judul “Mekanisme Penyidikan Terhadap Anak Sebagai Pelaku Pengeroyokan yang Mengakibatkan Kematian (Studi Kaus LP/B/308/VII/2024/SPKT/POLRESTABES SMG)” bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme penyidikan terhadap anak sebagai pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian serta hambatan apa saja yang dihadapi dalam proses penyidikan terhadap anak sebagai pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian bersifat dekriptif analitis. Objek penelitian meliputi seorang penyidik Polrestabes Semarang, Laporan Kasus Nomor LP/B/308 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian, 2 (dua) orang Pembimbing Kemasyarakatan dan hasil Penelitian Kemasyarakatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini didapat melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mekanismes penyidikan terhadap anak sebagai pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dimulai dari pelaksanaan penyelidikan. Apabila peristiwa yang diketahui merupakan sebuah tindak pidana maka dilanjutkan ke proses penyidikan. Dalam proses penyidikan, penyidik wajib meminta bantuan kepada pembimbing kemasyarakatan agar proses penyidikan sesuai dengan amanat dalam UU SPPA. Hambatan yang dihadapi selama proses penyidikan terhadap anak sebagai pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian yaitu singkatnya waktu pembuatan Litmas, kurangnya pemahaman terhadap sistem peradilan pidana anak, kurangnya dukungan orang tua dan latar belakang sang anak. Untuk mengatasi hambatan tersebut maka solusi yang diberikan berupa penambahan personil, pelatihan mengenai sistem peradilan pidana anak, peningkatan peran orang tua dan pengadaan psikolog khusus anak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Law |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 02 May 2025 06:38 |
| Last Modified: | 02 May 2025 06:38 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36740 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
