HADI, FALENSIA LAURENSIA (2024) TANGGUNG JAWAB HUKUM AKIBAT WANPRESTASI PADA PERJANJIAN HUTANG PIUTANG (ANALISA YURIDIS KASUS PINJAMAN ONLINE DI KOTA SEMARANG). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0077_FALENSIA LAURENSIA HADI_LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perjanjian hutang piutang semakin berkembang sehingga timbul istilah peer to peer lending atau yang kerap disebut dengan pinjaman online. Pinjaman online ini sangat digemari oleh masyarakat mengingat proses pencairannya yang mudah dan cepat. Namun, wanprestasi kerap terjadi dalam perjanjian hutang piutang pinjaman online ini. Wanprestasi menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak seperti kreditur yang tidak terpenuhi haknya. Hal tersebut menimbulkan adanya penagihan yang dilakukan oleh pihak kreditur. Disisi lain debitur memiliki alasan tidak memenuhi perjanjian tersebut. Hal tersebut menjadi dasar bagi penulis ingin mengetahui alasan yang melatarbelakangi terjadinya wanprestasi dalam perjanjian hutang piutang pinjaman online. Selain itu, Penulis juga ingin mengetahui penyelesaian hukum akibat wanprestasi pada perjanjian hutang piutang pinjaman online. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini yaitu yuridis sosiologis dimana penulis akan mengkaji apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat kemudian akan menganalisa penerapan hukumnya. Penelitian ini akan menggunakan data primer sebagai data awal dan selanjutnya menggunakan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara kepada perwakilan kreditur, debitur, dan Otoritas Jasa Keuangan. Data sekunder akan diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh penulis alasan debitur wanprestasi karena perilaku konsumtif debitur, ketidak mampuan debitur dalam mengelola keuangan, debitur meminjam lebih dari tiga perusahaan pinjaman online, pinjaman yang diambil debitur dari suatu perusahanan pinjaman online digunakan untuk menutup pinjaman diperusahaan lain, dan debitur tidak beritikad baik. Hal tersebut yang melatarbelakangi terjadinya wanprestasi pada perjanjian hutang pitutang pinjaman online. Namun, untuk mengatasi hal tersebut, kreditur memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum hutang debitur jatuh tempo. Kemudian selama 90 hari terjadi penagihan oleh perusahaan pinjaman online. Setelah itu dialihkan kepada tim penagih. Debitur masih dimungkinkan melakukan restrukturisasi melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen yang disediakan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Dalam penyelesaian wanprestasi perjanjian hutang piutang pinjaman online harus didasarkan dengan adanya itikad baik dari pihak yang wanprestasi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Law |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 02 May 2025 06:37 |
| Last Modified: | 02 May 2025 06:37 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36738 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
