BADLINA, YUSFINDA RANITA (2024) REDESAIN KAWASAN TAMAN BUDAYA RADEN SALEH SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-BAB V_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-BAB VI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
23.A1.0071-Yusfinda Ranita Badlina-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang berlimpah, dengan ribuan suku bangsa yang memiliki tradisi, bahasa, seni, dan adat istiadat yang beragam. Kebudayaan daerah mencerminkan nilai-nilai dan filosofi hidup Masyarakat setempat, namun menghadapi tantangan dari globalisasi dan modernisasi. Kurangnya dokumentasi dan apresiasi mengancam kelestarian budaya tradisional. Pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman budaya melalui kebijakan, program pendanaan, promosi budaya, dan revitalisasi seni budaya tradisional. Kota Semarang memiliki Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), yang berfungsi sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. Namun, TBRS kini dalam kondisi memprihatinkan karena kurangnya perhatian pemerintah dan rencana untuk menggantinya dengan kawasan wisata Trans Studio. Untuk melestarikan kebudayaan tradisional Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang merencanakan Pembangunan TBRS dengan menambah fasilitas baru seperti plaza pertunjukan, amphiteater, gedung teater, dan penataan kawasan pedagang kakli lima (PKL). Program ini bertujuan untuk menginkatkan fasilitas bagi seniman dan budayawan serta menginkatkan Indesk Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kota Semarang yang saat ini masih dibawah rata-rata nasional. Permasalahan yang dihadapi meliputi minimnya apreasiasi masyakarakat terhadap seni budaya lokal, pemeliharaan artefak yang belum optimal, serta partisipasi dan kolaborasi komunitas seni yang belum maksimal. Tujuan dari redesain ini adalah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan kebudayaan di Kota Semarang, menyediakan fasilitas bagi seniman dan budayawan, serta meningkatkan apreiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional. Laporan ini memberikan rekomendasi desain yang komprehensif dan aplikatif, mempertimbangkan keberlanjutan dan keberagaman budaya, sehingga TBRS dapat menjadi pusat kebudayaan yang mempertahankan identitas nasional dan tradisional, serta mewadahi perkebangan seni dan budaya modern.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 09 Apr 2025 07:57 |
| Last Modified: | 09 Apr 2025 07:57 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36595 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
