Search for collections on Unika Repository

PUSAT AKULTURASI BUDAYA DI KOTA SEMARANG

YUWONO, TEO MIKAEL W S (2025) PUSAT AKULTURASI BUDAYA DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-COVER_a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-BAB I_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-BAB III_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-BAB IV_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-BAB V_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-BAB VI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-DAPUS_a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
20.A1.0065-Teo Mikael W S Yuwono-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Perkembangan budaya di Indonesia telah mengalami masa pasang surut, begitu banyak budaya yang telah ditinggalkan nenek moyang terdahulu kita. Hal tersebut yang menjadikan Bangsa Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya, namun seiring berjalannya waktu, budaya tersebut telah luntur tergantikan dengan budaya asing yang masuk akibat efek globalisasi sehingga menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat modern. Selain globalisasi, ada faktor lain seperti perdagangan dunia yang menyebabkan budaya asing dapat masuk ke Indonesia. Akibat interaksi tersebut menimbulkan adanya proses pencampuran budaya asing yang masuk ke dalam suatu daerah tersebut dengan budaya asli dari daerah tersebut atau bisa kita sebut sebagai akulturasi budaya. Kota Semarang merupakan salah satu kota pusat perdagangan dan pelabuhan utama di Indonesia yang telah menjadi tempat pertemuan berbagai budaya selama berabad-abad. Hal ini menjadikan kota Semarang sebagai salah satu kota dengan dinamika akulturasi yang paling kaya di Indonesia. Akulturasi budaya antara etnis Tionghoa, Jawa, dan Arab di Semarang menciptakan sebuah mosaik kebudayaan yang unik dan kaya. Proses akulturasi ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk arsitektur, kuliner, bahasa, dan tradisi keagamaan. Akulturasi ini tidak hanya memperkaya budaya Semarang, tetapi juga menciptakan harmoni dan toleransi antar komunitas yang berbeda. Studi tentang akulturasi di Semarang memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana interaksi budaya dapat membentuk identitas suatu kota dan memberikan kontribusi positif terhadap kohesi sosial serta bagaimana dua budaya yang berbeda dapat melebur menjadi suatu budaya baru tanpa menghilangkan budaya asli. Untuk menampung studi mengenai akulturasi budaya dan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, maka diperlukan adanya pembangunan Pusat Kajian Akulturasi Budaya di Kota Semarang. Dalam merencanakan bangunan Pusat Kajian Akulturasi Budaya yang merupakan bangunan fasilitas pelayanan publik di tengah kota juga memiliki kendala yaitu masalah penghawaan pada iklim daerah tropis. Oleh karena itu, untuk mendapatkan bangunan Pusat Kajian Akulturasi Budaya baik, nyaman dan estetis, maka digunakan tampilan bangunan Arsitektur Tropis dengan menggunakan pendekatan arsitektur ikonik. Melalui pendekatan ini, bangunan dapat menyesuaikan dengan lingkungan Kota Semarang dan dapat diterima oleh masyarakat asli Kota Semarang karena mengingat bagaimana budaya asli Kota Semarang sebelum banyak budaya asing yang masuk.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture
Depositing User: Ms Cristina Mayasari
Date Deposited: 09 Apr 2025 05:19
Last Modified: 09 Apr 2025 05:19
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36580
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item