SAMUDRA, MUHAMMAD ARDHIAN (2025) KONSERVATORI HORTIKULTURA DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-BAB V_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-BAB VI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0061-Muhammad Ardhian Samudra-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Kota Semarang tengah menghadapi permasalahan lingkungan akibat pesatnya pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan mencapai 2.577.668 jiwa pada tahun 2045. Peningkatan ini mendorong kebutuhan ruang yang besar untuk keperluan industri dan permukiman namun seringkali mengorbankan kawasan konservasi. Salah satu kasusnya yaitu lahan pertanian yang mengalami penurunan 29,5% pada awalnya 5.880,5 ha di tahun 1999 hingga hanya tersisa 1.737 ha pada 2018. kondisi ini mengakibatkan rendahnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Semarang dan menjadi isu strategis daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya dalam hal pola produksi dan konsumsi berkelanjutan. Salah satu strategi utama adalah pendidikan lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam melindungi lingkungan. Konservatori diusulkan sebagai solusi untuk mendukung pendidikan lingkungan menekankan pada pengalaman langsung yang dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap alam. Arsitektur ekologis dalam hal ini Site repair merupakan pendekatan yang diambil untuk memecahkan permasalahan lingkungan. Site repair bertujuan untuk memulihkan sebanyak mungkin elemen alami, mengurangi elemen buatan, serta memperbaiki lahan yang mengalami kerusakan. Diharapkan, konservatori ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga mendorong pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan di Kota Semarang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 09 Apr 2025 05:19 |
| Last Modified: | 09 Apr 2025 05:19 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36579 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
