Asmara, Gregorius Yoga Panji PERADILAN PEMBINAAN: PEMBAHARUAN HUKUM ACARA PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI PERGURUAN TINGGI. UNSPECIFIED.
|
Text
Prosiding - 2025 - Peradilan Pembinaan_ Pembaharuan Hukum Acara Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.pdf Download (893kB) | Preview |
|
|
Text
Bukti Korespondensi - Gregorius Yoga Panji Asmara.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
ST PROSIDING PERADILAN PEMBINAAN.pdf Download (155kB) | Preview |
Abstract
Pembinaan, bagian esensial dalam sebuah pendidikan. Pendidikan yang mendewasakan dalam perspektif Filsafat Driyarkara adalah hominisasi dan humanisasi. Memanusiakan manusia dalam penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi terkait erat terhadap pencapaian keadilan transformatif. Pengaturan hukum acara penanganan kekerasan seksual (mekanisme pemeriksaan) oleh Satuan Tugas di perguruan tinggi diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 17 Tahun 2022. Keseluruhan mekanisme yang harus dilaksanakan berimplikasi pada orientasi justiikasi kesimpulan, belum selaras dengan keadilan transformatif. Penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundangundangan dan konseptual ini bertujuan untuk menemukan model penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi untuk mewujudkan keadilan transformatif. Pembaharuan hukum acara penanganan kekerasan seksual menekankan aspek pembinaan pada sesi persidangan. Tidak melulu semua kasus dapat diberi kesimpulan dan rekomendasi. Pembinaan dalam sesi persidangan pada hukum acara penanganan kekerasan seksual merupakan pendidikan yang memanusiakan manusia. Perbuatan yang menyebabkan manusia menjadi manusia sebagai perbuatan fundamental, dihidupi melalui sesi persidangan yang menekankan aspek pembinaan. Pembinaan dilakukan dalam proses penggalian fakta berdasarkan bukti-bukti yang ada, memperkuat norma sosial yang dipaparkan, dan memberikan gambaran norma hukum dan proses hukum yang dimungkinkan dihadapi, jika Terlapor tidak “kooperatif”. Kesimpulan dan rekomendasi tidak menjadi tujuan akhir, pencegahan keberulangan diulas lebih jauh dalam sesi persidangan, dengan membuka ruang selesainya mekanisme pada tahap pemeriksaan.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology 200 Religion 300 Social Sciences 300 Social Sciences > 340 Law 300 Social Sciences > 360 Social problems and social services 600 Technology (Applied sciences) 900 History and Geography |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | Mr. Gregorius Yoga Panji Asmara |
| Date Deposited: | 01 Mar 2025 09:09 |
| Last Modified: | 05 Mar 2025 04:26 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36516 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
