ANALISA SIMPANG TUGU MUDA DAN SIMPANG LIMA DI KOTA SEMARANG

Budi, Adrian (2005) ANALISA SIMPANG TUGU MUDA DAN SIMPANG LIMA DI KOTA SEMARANG. Other thesis, Prodi Teknik Sipil UNIKA Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
00.12.0011 Adrian Budi COVER.pdf

Download (481kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
00.12.0011 Adrian Budi BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB)
[img] Text (BAB II Available document only in Soegijapranata Catholic University)
00.12.0011 Adrian Budi BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (979kB)
[img] Text (BAB III Available document only in Soegijapranata Catholic University)
00.12.0011 Adrian Budi BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (368kB)
[img] Text (BAB IV Available document only in Soegijapranata Catholic University)
00.12.0011 Adrian Budi BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (762kB)
[img] Text (BAB V Available document only in Soegijapranata Catholic University)
00.12.0011 Adrian Budi BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (964kB)
[img] Text (BAB VI)
00.12.0011 Adrian Budi BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
00.12.0011 Adrian Budi DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
00.12.0011 Adrian Budi LAMPIRAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Perkembangan transportasi di Kota Semarang yang sangat pesat sekarang ini menjadikan pemerintah kota harus berfikir serius. Namun dalam interaksi antara volume kendaraan dan ruas jalan sering terjadi ketidakseimbangan. Hal ini menyebabkan timbulnya kemacetan dan masalah lalu lintas sebab volume kendaraan yang tinggi sangat memungkinkan terjadinya kepadatan lalu lintas yang tinggi pula. Persimpangan Tugu Muda dan Simpang Lima merupakan jalur lalu Hntas utama karena terletak ditengah kota dan volume kendaraan yang melintasi persimpangan tersebut sangat tinggi. Dengan adanya permasalahan diatas maka penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa Simpang Tugu Muda dan Simpang Lima dengan memberikan gambaran yang lebih jela') dan terperinci tentang volume kendaraan, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan kendaraan dan karakteristik jalan. Adapun metode penelitian yang ditempuh adalah observasi dan survei lapangan secara manual dengan mengadakan pengamatan secara langsung dan selanjutnya mempelajari permasalahan dengan mengambil data yang ada di lapangan. Pengumpulan data kemudian dianalisa dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997) sebagai acuan untuk mengolah data. Data yang diperoleh adalah karakteristik jalan, arus kepadatan, arus jenuh dan kecepatan kendaraan. Dengan adanya data tersebut kita dapat mengetahui nilai volume atau arus kendaraan (Q , kapasitas jalan (C), derajat kejenuhan (DS), kecepatan kendaraan (lUs) dan karakteristik jalan. Dari penelitian itu dihasilkan pada Simpang Tugu Muda yaitu jalan Soegijapranata dengan Q sebesar 5696,17 smp/jam, C sebesar 2258,99 smp/jam, DS sebesar 2,52; ja1rn Imam Bonjol dengan Q sebesar 2193,44 smp/jam, C sebesar 1064,37 smp/jam, DS seoesar 2,06; jalan Pemuda dengan Q sebesar 3036,12 smp/jam, C sebesar 1681,11 smp/jam, DS sebesar 1,8; jalan Pandanaran dengan Q sebesar 3165,5 snlp/jam, C sebesar 1445,68 smp/jam, DS sebesar 2,19; jalan Dr. Sutomo dengan Q sebesar 2756,~3 smp~jam, C sebes~ 890,06 smp/jam, DS sebesa.r 3,09. Dari I'ilai derajat kejenuhan (OS) dapat disimpulkan untuk semua jalan di Kawasan Simpang Tugu Muda ciri-ciri tingkat pel3yanan terjadi kem~cetan, antrian panjang, kadang-kadang kecepatan nol. Pada Simpang Lima yaitu jalan KH. Ahmad Dahlan dengan Q scbesar 1245,2 smp/jam, C sebesar 3257 smp/jam, DS sebesar 0,38; jalan Ahmad Yani dengan Q sebesar 2293,7 smp/jam, C sebesar 7515 smp/jam, DS sebesar 0,31; jalan Pahlawan dengan Q sebesar 2336,68 smp/jam, ~ sebesar 10.944 smp/jam, DS sebesar 0,2; jalan Pandanaran dengan Q sebesar 3039,34 smp/jam, C sebesar 6514 smp/jam, 9S sebesar 0,47; jalan Gajah Mada dengan Q sebesar 2328,06 smp/j-am, C sebesar 5993 smp/jam, DS sebesar 0,39. Dari nilai derajat kejenuhan (OS) dapat disimpulkan pada Simpang Lima untuk jalan KH. Ahmad Dahlan, Ahmad Yani, Pahlawan dan Gajah Mada mempunyai ciri-ciri tingkat pelayanan arus stabH, ada pembatasan kecepatan sedangkan pada jalan Pandanaran mempunyai ciri-ciri arus stabH, pergerakan dibatasi tingginya volume lalu lintas.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 620 Engineering > 624 Civil engineering > Engineering of Roads and Railroads > Roads
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
Depositing User: Mrs. Rini Yastuti
Date Deposited: 28 Sep 2015 02:09
Last Modified: 28 Sep 2015 02:09
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/3522

Actions (login required)

View Item View Item