PENGARUH HUKUM DAN BUDAYA JAWA TERHADAP KEPUTUSAN PEREMPUAN DALAM PELAPORAN KDRT STUDI KASUS DI LRC KJHAM

YUDIANTO, HENRI (2010) PENGARUH HUKUM DAN BUDAYA JAWA TERHADAP KEPUTUSAN PEREMPUAN DALAM PELAPORAN KDRT STUDI KASUS DI LRC KJHAM. Other thesis, Prodi Ilmu hukum Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text
06.20.0031 Henri Yudianto COVER.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
06.20.0031 Henri Yudianto BAB I.pdf

Download (120kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
06.20.0031 Henri Yudianto BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB)
[img] Text (BAB III)
06.20.0031 Henri Yudianto BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB)
[img] Text (BAB IV)
06.20.0031 Henri Yudianto BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (73kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
06.20.0031 Henri Yudianto DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
06.20.0031 Henri Yudianto LAMPIRAN.pdf

Download (73kB) | Preview

Abstract

Dalam masyarakat Jawa berkembang sistem patriarki. Sistem patriarki ini mengandung nilai-nilai yang lebih dominan, sehingga mempengaruhi peranperan dalam keluarga maupun masyarakat. Akibat budaya patriarki dan ideologi jender menimbulkan kekuasaan suami sangat besar sehingga dapat melakukan apa saja dalam rumah tangga, termasuk kekerasan fisik pada istri itu merupakan hal biasa. Teknik pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini penulis mengkaji keterkaitan hukum dan budaya Jawa terhadap keputusan dalam pelaporan KDRT. Spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif yaitu memberikan gambaran secara lengkap mengenai pegaruh hukum dan budaya Jawa terhadap keputusan perempuan dalam pelaporan KDRT, dan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Kemudian seluruh data yang terkumpul dianalisis dan disajikan dalam bentuk uraian. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dalam pelaporan kekerasan dalam rumah tangga perempuan mendapatkan hambatan kultural dan struktural dari masyarakat. Faktor pendorong utama untuk menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada pihak kepolisian adalah dari keberanian dari korban sendiri, dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat, pendidikan dan kemandirian ekonomi dari tiga korban yang diwawancarai mereka semua bekerja sehingga tidak tergantung secara ekonomi menumbuhkan keberanian lebih dibanding mereka yang tidak bekerja. Kemudian faktor penghambatnya juga dapat berasal dari korban sendiri dengan berbagai pertimbangan, seperti: akses informasi yang kurang, takut melaporkan karena akan diusir dari rumah, tidak diberi nafkah oleh suami, status sosial janda korban KDRT lebih rendah dari janda meninggal, menganggap aib, menjaga nama baik keluarga, menjaga perasaan anakanaknya. Selanjutntya hambatan dari masyarakat yang beranggapan kasus KDRT merupakan masalah pribadi, sehingga masyarakat tidak mau menjadi saksi dalam kasus KDRT, dan agama. Selain itu hambatan dari penegak hukum seperi polisi, jaksa dan hakim.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law > Family abuse
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mrs Ratnasasi Wijayanti
Date Deposited: 28 Sep 2015 02:18
Last Modified: 18 Aug 2016 05:34
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/3303

Actions (login required)

View Item View Item