ANALISIS ADOPSI METODE ALOKASI BIAYA OVERHEAD (BOP) PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI SEMARANG

LING, OEI SIU (2009) ANALISIS ADOPSI METODE ALOKASI BIAYA OVERHEAD (BOP) PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI SEMARANG. Other thesis, Prodi Akuntansi Unika Seogijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
06.60.0016 Oei Siu Ling COVER.pdf

Download (145kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
06.60.0016 Oei Siu Ling BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB)
[img] Text (BAB II)
06.60.0016 Oei Siu Ling BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (162kB)
[img] Text (BAB III)
06.60.0016 Oei Siu Ling BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (113kB)
[img] Text (BAB IV)
06.60.0016 Oei Siu Ling BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[img] Text (BAB V)
06.60.0016 Oei Siu Ling BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (83kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
06.60.0016 Oei Siu Ling DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
06.60.0016 Oei Siu Ling LAMPIRAN.pdf

Download (179kB) | Preview

Abstract

Activity Based Costing (ABC) telah diteliti dari berbagai perspektif selama bertahuntahun di banyak negara. Banyak penelitian membuktikan bahwa perhitungan biaya dengan sistem ABC memang lebih akurat tetapi tingkat adopsi dunia usaha terhadap sistem ini masih sangat rendah. Banyak perusahaan yang masih bergantung pada sistem biaya tradisional untuk mengalokasikan biaya overheadnya. Alasan penulis mengambil topik ini adalah untuk mengetahui sistem alokasi BOP yang paling banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur di Semarang dan seberapa besar tingkat adopsi ABC di Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah manager keuangan / akuntan pada perusahaan manufaktur berskala menengah dan besar di Semarang yang tercatat di BPS tahun 2006. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive judgement sampling dengan jumlah perusahaan yang bersedia berpartisipasi 30 perusahaan. Dengan demikian ada 30 kuesioner yang digunakan untuk analisis. Penelitian ini menemukan hasil bahwa tingkat adopsi ABC di Semarang hanya sebesar 33,33% dan sebagian besar perusahaan menggunakan sistem alokasi BOP satu tarif untuk semua departemen (individual plant wide overhead rate). Dari hasil analisis regresi linier berganda membuktikan bahwa hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh signifikan terhadap pengadopsian ABC. Sedangkan persentase BOP dari total biaya produksi dan tingkat keragaman produk tidak mempengaruhi perusahaan dalam pengadopsian ABC. Salah satu alasan perusahaan di Semarang tidak memilih ABC karena persentase BOP-nya masih dalam level menengah (<25%-50%) sehingga perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sistem biaya tradisional.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 670 Manufacturing
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 17 Sep 2015 11:54
Last Modified: 26 Sep 2016 03:33
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/3056

Actions (login required)

View Item View Item