PENEGAKAN HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DI TINGKAT PENYIDIKAN (STUDI DI POLRESTABES SEMARANG)

KRISNAPUTRI, PRAMESTI SEKAR (2022) PENEGAKAN HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DI TINGKAT PENYIDIKAN (STUDI DI POLRESTABES SEMARANG). Other thesis, Universitas Katholik Soegijapranata Semarang.

[img]
Preview
Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-COVER_a.pdf

Download (352kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-BAB I_a.pdf

Download (294kB) | Preview
[img] Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img]
Preview
Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-BAB III_a.pdf

Download (478kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-BAB IV_a.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-DAPUS_a.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16.C1.0022-PRAMESTI SEKAR KRISNAPUTRI-LAMP_a.pdf

Download (416kB) | Preview

Abstract

Penelitian dengan judul “Penegakan Hukum Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan terhadap Anak di Tingkat Penyidikan (Studi di Polrestabes Semarang)” bertujuan untuk mengetahui proses penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak, yang dilatar belakangi oleh tingginya angka kasus penganiayaan terhadap anak yang terjadi di Indonesia. Legalitas perlindungan anak telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia, namun pada faktanya, anak masih kerap kali menjadi korban kekerasan baik yang dilakukan oleh pihak keluarga maupun oleh orang lain, sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam penegakannya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang mana data primer diperoleh melalui wawancara dengan Penyidik di Polrestabes Semarang. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses penyidikan anak yang menjadi korban atau saksi korban sebagian besar secara fisik dan mental belum dikatakan stabil, oleh karena itu dalam penerapan hukumnya penyidik memerlukan dukungan psikologis anak dari keluarganya agar penyidikan dapat berjalan efektif. Berdasarkan wawancara dengan Penyidik di Polrestabes Semarang menunjukkan bahwa pihak kepolisian menjamin perlindungan hukum terhadap anak agar dapat terpenuhinya hak-hak anak yang telah dilindungi oleh peraturan perundang-undangan, sehingga dalam penegakannya peran penegak hukum sangat diperlukan dalam hal ini pihak kepolisian (penyidik) baik diskresi kepolisian, pelaksana diversi, maupun faktor pendukung lain dalam penyidikan. Namun, dalam pelaksanaannya, penyidik mengalami beberapa hambatan dalam penegakan hukum, yaitu sarana kurang memedai dan keterbatasan waktu, biaya relatif mahal, serta korban yang kurang cakap berbicara. Saran peneliti terhadap permasalahan yang diangkat adalah Penyidik di Polrestabes Semarang yang menangani kasus tindak pidana penganiayaan terhadap anak harus lebih berkoordinasi dengan baik dengan berbagai pihak antara pihak korban maupun pihak saksi korban dan keluarganya agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan penegakan hukum di tingkat penyidikan, penyidik di Polrestabes Semarang yang menangani kasus tindak pidana penganiayaan terhadap anak harus mengutamakan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan Kitab Undang-Undang Acara Hukum Pidana (KUHAP) agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum yang lakukan penyidik saat melakukan penyidikan tindak pidana penganiayaan terhadap anak

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr AM. Pudja Adjie Sudoso
Date Deposited: 01 Dec 2022 08:17
Last Modified: 01 Dec 2022 08:17
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/30251

Actions (login required)

View Item View Item