EVALUASIMUTU DAN KEAMANAN PRODUK TERASI REBON BERDASARKAN PRINSIP GMP (Good Manufacturing Practices) DI UMKM MINA KARYA SEMARANG

UTAMI, FRANSISKA ADININGTYAS (2022) EVALUASIMUTU DAN KEAMANAN PRODUK TERASI REBON BERDASARKAN PRINSIP GMP (Good Manufacturing Practices) DI UMKM MINA KARYA SEMARANG. Other thesis, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_COVER_a.pdf

Download (864kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_BAB I_a.pdf

Download (148kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_BAB III_a.pdf

Download (543kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_BAB IV_a.pdf

Download (123kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_BAB V_a.pdf

Download (100kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_DAPUS_a.pdf

Download (101kB)
[img] Text
15.I1.0011-FRANSISKA ADININGTYAS UTAMI_LAMP_a.pdf

Download (1MB)

Abstract

Terasi umumnya dibuat dari udang kecil (Atya sp) yang di Indonesia sering disebut dengan udang rebon dan dari ikan kecil atau teri (Stolephorus sp). Terasi ini biasanya mempunyai bau dan rasa yang khas dikarenakan adanya proses fermentasi dari udang rebon beserta ikan kecil di dalamnya. Proses fermentasi terasi ini biasanya berlangsung selama 7 hari sampai menjadi terasi. Pada penlitian saya ini akan membahas tentang keamanan mutu terasi di kedua tempat yang ada di UMKM Mina Karya Semarang. Untuk menjamin keamanan dan mutu pada penelitian ini saya menggunakan checklist evaluasi penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) dan SSOP (Sanitation Standart Operating Procedures). Pada kali ini, tahap awal dilakukan adalah observasi pada perusahaan terasi di Tambak Lorok Semarang. Observasi yang dilakukan berdasarkan pada checklist GMP (Good Manufacturing Practices) dan SSOP (Sanitation Standart Operating Procedures ). Tahapan selanjutnya adalah mengambil sampel kedua perusahaan terasi yang ada di Tambak Lorok Semarang. Sampel diambil untuk mengetahui adanya cemaran mikroba Coliform dan Staphylococcus aureus di dalam terasi milik kedua perusahaan tersebut. Kemudian setelah sampel diambil untuk diteliti di Laboratorium Universitas Katolik Soegijapranata, setelah itu di lakukan perhitungan TPC (Total Plate Count) pada cemaran bakteri Coliform dan Staphylococcus aureus. Hasil TPC (Total Plate Count) pada terasi ini diakukan sebanyak 3 kali pengulangan untuk 2 sampel, untuk sampel yang diuji adalah terasi grade super milik pengusaha A dan pengusaha B. Dan didapatkan hasil dari penelitian ini didapatkan perhitungan TPC (Total Plate Count) bakteri Coliform didapatkan hasil rata-rata sebesar 56,67 CFU/ml dalam waktu 24 jam, 233,33 CFU/ml dalam waktu 48 jam, dan 423,33 CFU/ml dalam waktu 72 jam. Sedangkan hasil perhitungan TPC (Total Plate Count) bakteri Staphylococcus aureus didapatkan hasil rata-rata sebesar 26,67 CFU/ml dalam waktu 24 jam, 70 CFU/ml dalam waktu 48 jam, dan 123,33 CFU/ml dalam waktu 72 jam.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > Food Technology > Food Safety
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 25 Oct 2022 03:40
Last Modified: 25 Oct 2022 03:40
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/29885

Actions (login required)

View Item View Item