SCHADENFREUDE DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN TINGKAT PENDIDIKAN PADA GENERASI Z DI SOSIAL MEDIA

ANGGRAINI, GUSTIN (2021) SCHADENFREUDE DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN TINGKAT PENDIDIKAN PADA GENERASI Z DI SOSIAL MEDIA. Other thesis, Universitas Katholik Soegijapranata Semarang.

[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-COVER_a.pdf

Download (678kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-BAB I_a.pdf

Download (199kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-BAB III_a.pdf

Download (192kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-BAB IV_a.pdf

Download (130kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-BAB V_a.pdf

Download (283kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-BAB VI_a.pdf

Download (114kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-DAPUS_a.pdf

Download (245kB)
[img] Text
16.E1.0166-GUSTIN ANGGRAINI-LAMP_a.pdf

Download (890kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis kelamin dan jenjang pendidikan terhadap schadenfreude pada generasi Z di sosial media. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan terhadap schadenfreude di sosial media, perempuan lebih intens dalam mengekspresikan schadenfreude dibandingkan dengan laki-laki. Ada perbedaan jenjang pendidikan terhadap schadenfreude di sosial media, individu dengan pendidikan dasar lebih intens dalam mengekspresikan schadenfreude dibandingkan dengan individu dengan jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinngi. Subjek penelitian adalah generasi Z yang bermain sosial media di Kota Semarang. Terdiri dari subjek dengan lulusan SMP, SMA, Perguruan Tinggi dengan tetap memperhatikan kriteria subjek seperti generasi Z (berusia 16 – 25 tahun), aktif bermain sosial media (Twitter, Instagram, dan whatsapp), dan berdomisili di Kota Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Schadenfreude yang disusun dari aspek yang dikemukakan oleh Van Dijk dan Ouwerkerk (2014), yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji analisis varians dua faktor (two way anova). Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan pada jenis kelamin, perempuan lebih intens dalam mengekspresikan schadenfreude dibandingkan dengan laki-laki (p=0.029, ≤0.05), dan ada perbedaan pada jenjang pendidikan, pendidikan dasar lebih intens dalam mengekspresikan schadenfreude dibandingkan dengan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi (p=0.001, ≤0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan diterima

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 000 Computer Science, Information and General Works > 070 News media, journalism & publishing
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: mr AM. Pudja Adjie Sudoso
Date Deposited: 16 Jun 2021 03:06
Last Modified: 16 Jun 2021 03:06
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/25674

Actions (login required)

View Item View Item