PENGARUH PERSEPSI ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AUDITOR TERHADAP PERILAKU ETIS AUDITOR

WIDJAYANI, NOVITA (2008) PENGARUH PERSEPSI ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AUDITOR TERHADAP PERILAKU ETIS AUDITOR. Other thesis, Prodi Akuntansi Unika Seogijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
02.60.0184 Novita Widjayani-COVER.pdf

Download (384kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
02.60.0184 Novita Widjayani-BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB)
[img] Text (BAB II avalible document only in Soegijapranata Catholic)
02.60.0184 Novita Widjayani-BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (374kB)
[img] Text (BAB III avalible document only in Soegijapranata Catholic)
02.60.0184 Novita Widjayani-BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (371kB)
[img] Text (BAB IV avalible document only in Soegijapranata Catholic)
02.60.0184 Novita Widjayani-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (490kB)
[img] Text (BAB V)
02.60.0184 Novita Widjayani-BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (71kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
02.60.0184 Novita Widjayani-Dapus.pdf

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
02.60.0184 Novita Widjayani-Lampiran.pdf

Download (196kB) | Preview

Abstract

Di Indonesia, etika akuntan menjadi isu yang sangat menarik. Tanpa etika, profesi akuntansi tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Disamping itu, profesi akuntansi mendapat sorotan yang cukup tajam dari masyarakat. Hal ini seiring dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang dilakukan oleh akuntan, baik akuntan publik, akuntan intern perusahaan maupun akuntan pemerintah. Setiap pelaku profesi mempunyai tanggung jawab etika profesi masing-masing. Akuntan juga memiliki tanggung jawab etika yang harus ia pegang ketika ia sedang menjalankan tugas profesionalnya. Profesionalisme suatu profesi mensyaratkan tiga hal utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota profesi tersebut, yaitu berkeahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Berbagai pelanggaran etika telah terjadi saat ini dan dilakukan oleh akuntan, misalnya berupa perekayasaan data akuntansi untuk menunjukkan kinerja keuangan perusahaan agar terlihat lebih baik, ini merupakan pelanggaran akuntan terhadap etika profesinya yang telah melanggar kode etik akuntan karena akuntan telah memiliki seperangkat kode etik tersendiri yang disebut sebagai aturan tingkah laku moral bagi para akuntan dalam masyarakat Kode etik akuntan ditetapkan dengan aturan yang sangat umum dimana anggotanya diharapkan untuk mematuhi. Alasan yang mendasari diperlukannya kode etik sebagai standar perilaku profesional tertinggi pada profesi akuntan adalah kebutuhan akan kepercayaan publik terhadap kualitas jasa yang diberikan profesi akuntan terlepas dari yang dilakukan perorangan. Penelitian ini menggunakan survei dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Sasaran pada penelitian ini adalah para akuntan publik yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Semarang, dengan asumsi para akuntan publik telah terjun langsung ke dalam dunia bisnis sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman kode etik terhadap pelaksanaan etika bisnis dan aturan etika profesi bagi kompartemen akuntan publik Observasi tentang persepsi etika bisnis dan etika profesi akuntan dilakukan berdasarkan alasan bahwa akuntan publik dipandu perilakunya oleh pendangan terhadap etika bisnis dan etika profesi. Dengan adanya persepsi etika bisnis dan etika profesi akan berpengaruh terhadap perilaku etis seorang akuntan. Namun, perilaku etis seorang akuntan ini sangat bergantung pada bagaimana persepsi akuntan terhadap etika bisnis dan etika profesi. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan judul penelitian ini sebagai berikut :“Pengaruh Persepsi Etika bisnis dan Etika Profesi Akuntan Terhadap Perilaku Etis Akuntan.“ Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan penelitian adalah bagaimana pengaruh persepsi etika bisnis terhadap perilaku etis akuntan? dan Bagaimana pengaruh persepesi etika profesi akuntan terhadap perilaku etis akuntan?. Dalam tinjauan pustaka dijelaskan tentang konsep yang digunakan dan definisinya. Ada beberapa konsep dalam tinjauan pustaka yaitu pengertian persepsi, pengertian akuntan publik, pengertian etika bisnis dan pengertian etika profesi. Selain itu dikemukakan pula hipotesis penelitian, kerangka pikir serta definisi operasioal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data yang meliputi pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda dan uji t. Pada pembahasan dikemukakan mengenai hasil penelitian yaitu dapat disimpukan bahwa semakin baik persepsi etika bisnis auditor akan semakin baik perilaku etis auditor dan semakin baik persepsi etika profesi auditor akan semakin baik perilaku etis auditor. Penelitian yang penulis lakukan memiliki beberapa keterbatasan antara lain jumlah responden yang mengisi kuesioner, dimana banyak KAP yang menolak mengisi kuesioner karena berbagai alasan diantaranya sibuk oleh pekerjaan kantor maka diharapkan bagi penelitian selanjutnya peneliti dapat memperluas wilayah penelitian, tidak hanya di Semarang saja tetapi lebih luas lagi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 100 Philosophy and Psychology > 170 Ethics > Professional Ethics
600 Technology > 658 Management > 657 Accounting > Auditing
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 10 Sep 2015 20:04
Last Modified: 10 Sep 2015 20:04
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/2485

Actions (login required)

View Item View Item