PROSES PEMERIKSAAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PENGEDAR NARKOTIKA DALAM KONTEKS PERLINDUNGAN HAK ASASI ANAK (STUDI KASUS DI POLRESTABES SEMARANG)

TAMBUNAN, INDRA SANJAYA (2019) PROSES PEMERIKSAAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PENGEDAR NARKOTIKA DALAM KONTEKS PERLINDUNGAN HAK ASASI ANAK (STUDI KASUS DI POLRESTABES SEMARANG). Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_COVER_a.pdf

Download (922kB)
[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_BAB I_a.pdf

Download (453kB)
[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (523kB)
[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_BAB III_a.pdf

Download (617kB)
[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_BAB IV_a.pdf

Download (194kB)
[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_DAPUS_a.pdf

Download (57kB)
[img] Text
15.C1.0122 INDRA SANJAYA TAMBUNAN_LAMPIRAN_a.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian hukum dengan judul “Proses Pemeriksaan terhadap Anak sebagai Pengedar Narkotika dalam Konteks Perlindungan Hak Asasi Anak (Studi Kasus di Polrestabes Semarang)” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemeriksaan terhadap anak sebagai pengedar narkotika dan apakah proses pemeriksaan di Polrestabes Semarang terhadap anak sebagai pengedar narkotika telah memberikan perlindungan terhadap Hak Asasi Anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Elemen yang diteliti oleh Penulis meliputi berkas kasus anak sebagai pengedar narkotika yang ada di Polrestabes Semarang dan Penyidik Anak. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan wawancara. Analisis dilakukan terhadap berkas kasus, hasil wawancara, peraturan perundang undangan dan pendapat para ahli yang terangkum dalam berbagai literatur. Data dianalis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeriksaan terhadap anak yang menjadi pengedar narkotika telah sesuai dengan undang undang yang berlaku mulai dari penyidik yang melakukan penyidikan, penggunaan ruang pemeriksaan khusus bagi anak pada kurun waktu pemeriksaan dan hak asasi anak yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Saat menjalankan proses pemeriksaan terhadap anak yang menjadi pengedar narkotika terdapat faktor yang menghambat Penyidik dan Bapas Anak dalam menjalankan tugas dan fungsinya. seperti kurang harmonisnya pemahaman mengenai proses pemeriksaan dari penegak hukum dimana masih terdapat perbedaan pendapat antara penegak hukum dan serta kurangnya fasilitas yang ada di Polrestabes Semarang, terutama ruang khusus untuk pemeriksaan anak. Adapun saran yang diberikan adalah perlunya penambahan personil di unit PPA Polrestabes Semarang karena minimnya jumlah Penyidik Anak, sehingga dapat memaksimalkan hasil kinerja. Saran berikutnya adalah perlunya perhatian Pemerintah, dimana dari hasil penelitian, masih ditemukan kurangnya fasilitas yang ada di Polrestabes Semarang untuk melakukan penyidikan terhadap anak, seperti ruangan khusus anak yang nyaman sehingga tidak menimbulkan trauma bagi anak. Saran berikutnya adalah perlunya pembinaan terus-menerus terhadap penegak hukum mengenai Sistem Peradilan Pidana Anak, di mana pemahaman antara masing-masing penegak hukum masih berbeda tentang proses Diversi. Dengan dilakukannya pembinaan, akan terdapat kesepahaman antara penegak hukum yang satu dengan lainnya sehingga informasi ataupun penjelasan dari penegak hukum tidak saling bertentangan satu dengan yang lainnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law > 346 Private Law > Law Protection
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr AM. Pudja Adjie Sudoso
Date Deposited: 23 Jun 2020 04:34
Last Modified: 28 Sep 2020 06:48
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/21385

Actions (login required)

View Item View Item