PERANCANGAN PANDUAN CARA MENGATASI EMOTIONAL EATING UNTUK REMAJA DI KOTA SEMARANG MELALUI KOMUNIKASI VISUAL

OCTAVIA, TASYA (2019) PERANCANGAN PANDUAN CARA MENGATASI EMOTIONAL EATING UNTUK REMAJA DI KOTA SEMARANG MELALUI KOMUNIKASI VISUAL. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img] Text (COVER)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf COVER.pdf

Download (929kB)
[img] Text (BAB I)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf BAB I.pdf

Download (584kB)
[img] Text (BAB II)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666kB)
[img] Text (BAB III)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf BAB III.pdf

Download (817kB)
[img] Text (BAB IV)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf BAB V.pdf

Download (255kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf DAPUS.pdf

Download (374kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
14.L1.0084 TASYA OCTAVIA (7.91)..OK.pdf LAMP.pdf

Download (431kB)

Abstract

Perilaku emotional eating dikenal sebagai salah satu upaya penyelesaian masalah ketika mengalami stres dan sebagai bentuk respon penanggulangan terhadap kondisi emosi yang negatif. Perilaku emotional eating pada dasarnya tidak membantu individu dalam menyelesaikan permasalahan atau dikatakan sebagai bentuk tindakan yang mengikuti orang lain yang maladaptif untuk mengindari dan mengalihkan dari pengalaman yang tidak menyenangkan yang dialami individu. Selain itu, perilaku emotional eating dianggap menjadi salah satu faktor yang mendasari obesitas. Adapun cara mengurangi atau meminimalisasi tindakan emotional eating misalnya dengan cara mengurangi asupan makanan yang masuk kedalam tubuh, melakukan olah raga, mendengarkan musik dan melakukan tindakan yang positif. Emotional eating muncul ketika seseorang mengalami gangguan parah dalam tingkah laku makan, seperti menambah jumlah makanan dengan ekstrem maupun makan terlalu banyak, Pada kasus ini perempuan lebih sering terkena gangguan pola makan dibandingkan dengan pria. Penulis mendapatkan data yang dibutuhkan melalui metode observasi, wawancara serta studi pustaka. Karena masih kurangnya pengetahuan remaja tentang emotional eating serta masih minimnya media yang membahas tentang emotional eating, maka diperlukan buku panduan informatif untuk meningkatkan pengetahuan remaja yang berusia antara 17 – 23 tahun mengenai emotional eating. melalui buku panduan tentang cara mengatasi emotional eating pada remaja di kota Semarang melalui komunikasi visual. Dengan adanya buku tentang panduan cara mengatasi emotional eating untuk remaja di Kota Semarang melalui komunikasi visual ini penulis berharap buku ini menjadi media yang dapat menambah pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran remaja mengenai gangguan pola makan yang berlebihan (emotional eating) sehingga dapat mencegah masalah gangguan makan dalam kehidupan sehari-hari dan untuk kesehatan di hari tua nanti dengan cara memilih makanan yang sehat dan bersih serta tidak sembarangan dalam memilih makanan untuk dimakan dan porsinya harus sesuai dengan kebutuhan tubuh serta tidak berlebihan. Kata Kunci: Emotional Eating, Remaja, Buku Panduan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture > Visual Communication
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Visual Communication Design
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 03 Dec 2019 08:43
Last Modified: 03 Dec 2019 08:43
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/20539

Actions (login required)

View Item View Item