HAK PEREMPUAN TERHADAP HARTA WARISAN DI MASYARAKAT BATAK TOBA MELALUI UPACARA MEBAT DAN MANGINDAHANI

Situmeang, Daniel Chan (2018) HAK PEREMPUAN TERHADAP HARTA WARISAN DI MASYARAKAT BATAK TOBA MELALUI UPACARA MEBAT DAN MANGINDAHANI. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img] Text (COVER)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf COVER.pdf

Download (663kB)
[img] Text (BAB I)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf BAB I.pdf

Download (253kB)
[img] Text (BAB II)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[img] Text (BAB III)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf BAB III.pdf

Download (529kB)
[img] Text (BAB IV)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf BAB IV.pdf

Download (30kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf DAPUS.pdf

Download (218kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
12.20.0070 DANIEL CHAN SITUMEANG (5.94)..pdf LAMP.pdf

Download (575kB)

Abstract

Dilatarbelakangi oleh peranan perempuan yang pada hakekatnya merupakan warga negara yang berhak atas perlakuan yang sama dengan warga negara yang lain. Khususnnya dalam pembagian harta warisan pada masyarakat Batak Toba, dapat kita lihat bahwa perempuan hanya menerima 1/3 bagian dari harta orangtua. Sehingga hal ini sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah. Melihat latarbelakang tersebut maka tujuan peneliti adalah pertama, untuk mengetahui bagaiamana tata cara upacara mebat dan mangindahani untuk memenuhi kepentingan hak-hak perempuan sebagai ahli waris dilakukan oleh Masyarakat adat Batak Toba. Kedua, untuk mengetahu bagaimana perspektif perempuan Batak Toba terhadap upacara mebat dan mangindahani sebagai bentuk/ upaya unuk mendapatkan harta warisan orangtuanya Penelitian ini menggunakan teknik Pendekatan kualitatif dan besrsifat deskriptif. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara terhadap ketua adat dan perempuan masyarakat Batak Toba yang pernah menjalani upacara tersebut. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan baik buku-buku, peraturan perundang-undagan, makalah, hasil penelitian terdahulu, dokumen-dokumen dan sebagainya. Analsis data menggunakan analisis diskriptif kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian-uraian. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian antara lain menunjukkan bahwa upacara Mebat dan Mangindahani merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh perempuan dalam memperoleh hak terhadap harta warisan orangtua walaupun hanya menerima 1/3 bagian saja. Kedua, perspektif para perempuan menunjukkan masih adanya rasa ketidakpuasan dari pihak perempuan yang hanya menerima 1/3 bagian dari harta orangtuanya, keinginan mendapatkan harta warisan yang sama dengan pihak laki-laki karena terlahir dari rahim orangtua yang sama dan mempunyai kewajiban yang sama dalam merawat, menjaga orangtua. Kata Kunci : Harta Warisan, Upacara Mebat & Mangindahani, Persamaan Hak Antara Laki-laki dan Perempuan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > Women
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 09 Apr 2019 07:32
Last Modified: 09 Apr 2019 07:32
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/18515

Actions (login required)

View Item View Item