PENYESUAIAN ELEMEN BANGUNAN GEREJA BLENDUK DAN GEDANGAN DI SEMARANG BERLANGGAM NED-CLASSIC, TERHADAP IKLIM TROPIS LEMBAB

Paramabhakti, Donny Setiawan (2013) PENYESUAIAN ELEMEN BANGUNAN GEREJA BLENDUK DAN GEDANGAN DI SEMARANG BERLANGGAM NED-CLASSIC, TERHADAP IKLIM TROPIS LEMBAB. Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img] Text (COVER)
0-Cover.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
1-BAB-1.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB II)
2-BAB-2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (BAB III)
3-BAB-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
4-BAB-4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB V)
5-BAB-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text (BAB VI)
6-BAB-6.pdf

Download (803kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7-Daftar Pustaka.pdf

Download (810kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
8-Lampiran.pdf

Download (687kB)

Abstract

Pada abad XVl1I-XIX di Eropa berkernbang langgam arsitektur Gereja Neo- Classic. Langgam iersebut tidak hanya diterapkan di Gereja-Gercja Eropa tetapi juga di Gereja Blcnduk dan Gedangan ernarang. Indonesia. Berdasarkan penel itian yang telah dilakukan, kedua Gereja ) ang mengadop i langgam dari Eropa bcriklirn sedang tcrsebut mengalarni penyesuaian terhadap iklim tropis lernbab tanpa rnenghilangkan karaktcristik dari langgarn arsitektur yang diadopsi. Dari hasil analisis yang teluh dilakukan, karakteristik (rercJa Blenduk, seperti:atap kubah di tengah bangunan, denah rnemus t yang mengadopsi bernuk alib Yunani, deretan kolom Yunani kuno di depan Gereja. dan dibangun pada abad XIX identik dengan karaktenstik langgarn Nco-Baroque (abad XJX). edangkan Gereja Gedangan yang dibangun pada abad X1X mernihki karakteristik benruk Rayonnant (lcngkung meruncing) yang terdapat pada plafon dan bukaan-bukaan. Karakieristik tersebut idennk dengan langgarn Xt!o-Gvrhi£ (abad XlX). Langgam Nee-Baroque dan Neo-Gothu: merupakan bagian dari langgam Neo-Classic. Berdasarkan hasil perbandingan elernen-elernen bangunan yang meliputi atap. teritisan. dan dinding. Gereja Blenduk dan Gedangan dengan ontoh Gereja asli berlanggam sama, dapar terlihat perbedaan yang merupakan bentuk penyesuaian elemen bangunan kedua ereja rersebut terhadap iklim tropis lernbab. Bentuk penyesuaian yang pahng terlihat adalah -adany a tentisan di Gereja Blenduk dan Gedangan sedangkan pada contoh Gereja asli tidak. Pada elernen bangunan Iainnya, seperti atap. bukaan. dan dinding Juga terdapat penyesuaian. berupa material. kermrmgan atap. terd pat lubang udara. j ndela maupun bovenlicht yang dapat dibuka-tutup, dan dinding dsbuar tebal untuk mcmperlambat perambatan panas sinar rnatahari masuk ke dalam bangunan melalui dinding. Hasil ternuan berikutnya adalah terdapat persamaan dan perbedaan bentuk pcnye uaian elernen bangunan Gereja Blenduk dan Gedangan. Atap dibuat tidak menjulang tingg: tetapi retap dibuat miring. dinding lang tebal. bukaan-bukaan yang lebar merupakan persarnaannya. Sedangkan perbedaanny a terdapat pada bentuk teritisan Gereja Gedangan berupa Rayonnant ) ang rnerupakan karaktcri til dari langgarn Neo-Gothic yang diadop i sedangkan teritisan Gereja Blenduk bcrupa atap pelana ber-cornlce dcngan deretan kolom Dorian karena mengadop i langgam Neo-Baroque. Maka, dapat disimpulkan terjadi penyesuaian elemen bangunan kedua Gereja tersebut. penyesuaian tersebut tetap mernperhatikan karakteristik dari langgam yang diadopsi

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture > 726 Building for religious purposes
Divisions: Graduate Program in Architecture
Depositing User: mr AM. Pudja Adjie Sudoso
Date Deposited: 28 Feb 2019 07:56
Last Modified: 28 Feb 2019 07:56
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/17882

Actions (login required)

View Item View Item