DETERMINAN PERILAKU NYUMBANG DI MASYARAKAT KELURAHAN SEKARAN, GUNUNGPATI SEMARANG Studi Kasus Berdasarkan TRA (Theory Of Reasoned Action)

C A R T I, C A R T I (2018) DETERMINAN PERILAKU NYUMBANG DI MASYARAKAT KELURAHAN SEKARAN, GUNUNGPATI SEMARANG Studi Kasus Berdasarkan TRA (Theory Of Reasoned Action). Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img] Text (COVER)
14.E2.0006 Carti.COVER.pdf

Download (187kB)
[img] Text (BAB I)
14.E2.0006 Carti.BAB I.pdf

Download (486kB)
[img] Text (BAB II)
14.E2.0006 Carti.BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (658kB)
[img] Text (BAB III)
14.E2.0006 Carti.BAB III.pdf

Download (397kB)
[img] Text (BAB IV)
14.E2.0006 Carti.BAB IV.pdf

Download (235kB)
[img] Text (BAB V)
14.E2.0006 Carti.BAB V.pdf

Download (3MB)
[img] Text (BAB VI)
14.E2.0006 Carti.BAB VI.pdf

Download (106kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
14.E2.0006 Carti.DAPUS.pdf

Download (303kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
14.E2.0006 Carti.LAMP.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti determinan perilaku nyumbang di masyarakat kelurahan Sekaran, Gunungpati Semarang ditinjau dari theory of reasoned action (TRA). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subyek penelitian tiga orang. Karakteristik subyek diantaranya warga Kelurahan Sekaran yang memiliki pengalaman nyumbang dalam hajatan dan berdomisili di Sekaran. Hasil penelitian menunjukkan ada tujuh determinan perilaku nyumbang. Pertama, adanya harapan akan hasil dari nyumbang, yaitu harapan untuk timbalbalik, harapan untuk ibadah, harapan supaya tidak merasa malu dan harapan mengikuti jejak arus di masyarakat. Kedua, nilai akan hasil dari nyumbang, antara lain nilai keadilan, tidak diremehkan orang lain, gengsi, mendapatkan banyak teman, mendapatkan balasan rejeki, merasa lega, menjaga jiwa tetap seimbang, mendapatkan ketenangan hidup. Ketiga, sikap subyek pada kegiatan nyumbang yang cenderung positif. Keempat, keyakinan normatif untuk nyumbang berupa nasihat, anjuran dan perintah untuk nyumbang yang berasal dari orang-orang penting di sekitar subyek. Kelima, motivasi untuk mengikuti nyumbang karena ada dorongan dan penerimaan dari orang-orang penting tersebut. Keenam, adanya norma subyektif untuk nyumbang yang lebih dari satu. Norma tersebut menginginkan agar subyek dapat ikut nyumbang. Ketujuh, intensi subyek untuk nyumbang. Intensi muncul akibat adanya interaksi antara sikap pada kegiatan nyumbang dan norma subyektif untuk nyumbang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > Culture
Divisions: Graduate Program in Psychology > Master of Science in Psychology
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 13 Jul 2018 06:24
Last Modified: 13 Jul 2018 06:24
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/16701

Actions (login required)

View Item View Item