PELAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK PEKERJA DI KORIDOR ANTAR KOTA UNGARAN-BAWEN

TARIGAN, THERESIA (2018) PELAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK PEKERJA DI KORIDOR ANTAR KOTA UNGARAN-BAWEN. Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img] Text (COVER)
11.91.0001 THERESIA TARIGAN, ST (6.8%)..COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
11.91.0001 THERESIA TARIGAN, ST (6.8%)..BAB I.pdf

Download (806kB)
[img] Text (BAB II)
11.91.0001 THERESIA TARIGAN, ST (6.8%)..BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (672kB)
[img] Text (BAB III)
11.91.0001 THERESIA TARIGAN, ST (6.8%)..BAB III.pdf

Download (67kB)
[img] Text (BAB IV)
11.91.0001 THERESIA TARIGAN, ST (6.8%)..BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
11.91.0001 THERESIA TARIGAN, ST (6.8%)..DPS.pdf

Download (37kB)

Abstract

Kualitas transportasi publik (TP) terkait erat dengan akses dan aksesibilitasnya. Akses adalah kesempatan menggunakan sistem TP berdasarkan kedekatan atau jaraknya, sedangkan aksesibilitasnya terkait waktu tempuh dan biayanya. Akses dan aksesibilitas pekerja terhadap sistem TP di koridor Ungaran-Bawen dievaluasi dengan indikator komponen biaya perjalanan ongkos dan variabel waktu tempuh. Variabel ongkos dan waktu dimulai dari rumah ke TP (akses), angkutan-angkutan yang digunakan sampai di tempat bekerja. Pekerja akan selalu membandingkan komponen biaya perjalanan menggunakan TP dengan jika menggunakan angkutan pribadi (sepeda motor/SM). Evaluasi dilakukan secara kuantitatif (ongkos dan waktu tempuh) dan secara kualitatif pada aspek kualitas pelayanan TP yang dapat diterima (acceptable public transportation) responden yaitu akses, konektivitas, pengetahuan, penggunaan, dan keamanan. Pada umumnya orang bersedia melakukan perjalanan 60-90 menit per hari dengan ongkos 10%-20% daripendapatannya. Warga pada kota yang sudah baik sistem transportasi publiknya hanya mengeluarkan 12% dari pendapatannya untuk ongkos. Para responden menanggung ongkos 5%-48 % dari pendapatannya dan waktu tempuh 30-315 menit per hari. Buruknya kualitas pelayanan terutama pada aspek akses, konektivitas (waktu tunggu yang lama dan tidak pasti, tidak tersedia pada malam hari), dan penggunaan (tidak bisa duduk dan berdiri terlalu berhimpitan), dan kurang aman. Pekerja dengan pendapatan rendah memerlukan transportasi yang terjangkau dan tersedia pada dengan jam bekerja baik jika lembur maupun dengan shift. Selain menanggung ongkos yang sangat besar dan waktu tempuh yang sangat lama, responden sangat tergantung pada angkutan pribadi SM, angkutan alternatif Ojek, antar jemput keluarga dengan SM, angkutan barang (AB), dan mobil omprengan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 620 Engineering > 624 Civil engineering > Transportation Engineering
Divisions: Graduate Program in Environment and Urban Studies
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 10 Jul 2018 08:04
Last Modified: 10 Jul 2018 08:04
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/16621

Actions (login required)

View Item View Item