PEMISAHAN BERKAS PERKARA (SPLITSING) OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN (STUDI KASUS PENGEROYOKAN DI JALAN SETIABUDI SEMARANG)

PANATAYUDHA, ADAMAS SANG (2018) PEMISAHAN BERKAS PERKARA (SPLITSING) OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN (STUDI KASUS PENGEROYOKAN DI JALAN SETIABUDI SEMARANG). Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img] Text (COVER)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.BAB I.pdf

Download (475kB)
[img] Text (BAB II)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB)
[img] Text (BAB III)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.BAB III.pdf

Download (880kB)
[img] Text (BAB IV)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.BAB IV.pdf

Download (155kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (265kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
14.C1.0095 Damas Sang Panatayudha.LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Splitsing merupakan wewenang penuntut umum yang telah diatur dalam Pasal 142 KUHAP sebagaimana pengecualian dari Pasal 141 KUHAP. Splitsing dilakukan dengan pertimbangan adanya beberapa tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa orang. Konsekuensi splitsing adalah potensi perbedaan pasal yang didakwakan dan sanksi pidana untuk terdakwa. Terhadap kasus tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di Jalan Setiabudi Semarang, Penuntut Umum memisah delapan terdakwa menjadi lima berkas perkara. Penuntut Umum memberikan dakwaan tunggal Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP serta dakwaan alternatif Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP atau Pasal 351 ayat (2) KUHP. Penulisan skripsi dengan judul “Pemisahan Berkas Perkara (Splitsing) oleh Jaksa Penuntut Umum dalam Tindak Pidana Pengeroyokan (Studi Kasus Pengeroyokan di Jalan Setiabudi Semarang), memiliki tujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan Jaksa Penuntut Umum melakukan (splitsing) dalam tindak pidana pengeroyokan, dan mekanisme (splitsing) terhadap kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum ditinjau dari segi kepentingan penuntutan. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Data diperoleh dengan cara studi kepustakaan dan wawancara. Sumber data primer diperoleh dengan wawancara narasumber, sedangkan data sekundernya berupa peraturan perundang-undangan, buku dan putusan pada Pengadilan Negeri Semarang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 21 Jun 2018 05:21
Last Modified: 21 Jun 2018 05:21
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/16342

Actions (login required)

View Item View Item