Laporan akhir penelitian : EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Kasus Peran Tamping Terhadap Program Pendampingan di Lembaga Pemasyarakatan)

PUJIASTUTI, B. NATALIA SARI and Hardiyarso, St. and Wiwoho, L. Eddy (2015) Laporan akhir penelitian : EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Kasus Peran Tamping Terhadap Program Pendampingan di Lembaga Pemasyarakatan). Project Report. Unika Soegijapranata, Semarang. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
LAPORAN AKHIR PENELITIAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI TAMPING.OK PRINT.pdf

Download (797kB) | Preview

Abstract

Fungsi lapas tidak lagi sekedar menjadi tempat untuk menghukum orang yang melanggar hukum tapi berorientasi pada tindakan manusiawi yang bersifat pengembangan ketrampilan sehingga tidak kembali menjadi pelaku criminal. Untuk mendukung keberhasilan dari program pendampingan serta disebabkan karena keterbatasan jumlah petugas, maka diangkatlah tamping. Tamping merupakan narapidana terpilih yang bertugas untuk membantu petugas dalam melaksanakan operasional di dalam lapas. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih lanjut efektivitas komunikasi interpersonal para tamping dengan pertimbangan melalui komunikasi yang baik akan dapat meredam konflik yang bisa berujung pada timbulnya kerusuhan. Penelitian ini menelaah mengenai komunikasi interpersonal menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengaplikasikan teori interaksi simbolik. Adapun Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dan pengamatan secara langsung melalui interaksi komunikasi yang ada di Lembaga Pemasyarakatan. Dengan upaya untuk menggali substansi mendasar tentang peran tamping menjadikan penelitian ini sebagai suatu penelitian studi kasus. Penelitian ini termasuk penelitian kausal komparatif, yakni penelitian yang bertujuan menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat yakni tamping yang terampil berkomunikasi secara efektif akan menciptakan lingkungan yang kondusif dan minim terjadi konflik. Validitas data dilakukan dengan diskusi teman sejawat, sedang reliabilitas dilakukan dengan meneliti kembali informasi yang diungkapkan subyek penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas komunikasi interpersonal tidak terjadi untuk karakteristik openness karena tidak adanya saling percaya di dalam interaksi komunikasi dalam lembaga pemasyarakatan. Model komunikasi interpersonal yang berlaku di lapas dalam bentuk model komunikasi transaksi dagang, dimana komunikasi sesuai tuntutan peran agar tidak mendapatkan sanksi sosial dan mendapat ganjaran dalam bentuk remunerasi. Penelitian ini juga mampu mengungkapkan bahwa peran tamping mampu menumbuhkan konsep diri yang positif bagi tamping sehingga bisa bermanfaat untuk memperbaiki trauma psikologis yang dialami karena kasus pidana yang dialami.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: 300 Social Sciences > 380 Commerce, communications & transportation
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: Mrs. Rini Yastuti
Date Deposited: 02 Sep 2015 15:01
Last Modified: 02 Sep 2015 15:01
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/1511

Actions (login required)

View Item View Item