TRANSLASI DAN VALIDASI SKALA NEOPHOBIA MAKANAN KE DALAM VERSI BAHASA INDONESIA DAN PENERAPANNYA PADA STUDI MAKANAN KHAS DAERAH

Utomo, Yohanes Kristo Sugiarto (2017) TRANSLASI DAN VALIDASI SKALA NEOPHOBIA MAKANAN KE DALAM VERSI BAHASA INDONESIA DAN PENERAPANNYA PADA STUDI MAKANAN KHAS DAERAH. Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img]
Preview
Text (COVER)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo COVER.pdf

Download (303kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo BAB I.pdf

Download (129kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB)
[img]
Preview
Text (BAB III)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo BAB III.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB IV)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo BAB IV.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo BAB V.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
13.70.0076 Yohanes Kristo Sugiarto Utomo LAMPIRAN.pdf

Download (837kB) | Preview

Abstract

Food Neophobia didefinisikan sebagai keengganan untuk makan dan / atau menghindari makanan asing karena karakter manusia yang neofobik pada makanan baru. Pliner & Hobden pada tahun 1992 telah berhasil membuat pendekatan pengukuran sifat neofobik makanan yang disebut Food Neophobia Scale (FNS). Namun, penerapan skala neofobia makanan pada studi antar negara atau di negara lain tidak dapat optimal dilakukan jika tidak ada adaptasi bahasa. Dalam rangka menciptakan versi bahasa Indonesia dari FNS, proses terjemahan dan validasi yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat FNS yang dikembangkan oleh Pliner dan Hobden pada tahun 1992 menjadi versi bahasa Indonesia secara sahih dan memiliki keterandalan baik serta untuk mengeksplorasi hasil dari food neophobia scale baik secara umum dan terfokus pada makanan khas daerah di kalangan mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Terdapat 381 responden mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini. Penelitian diawali dengan proses penerjemahan yang dilakukan oleh 3 ahli bahasa Inggris yang ditujukan untuk mempersiapkan materi yang digunakan dalam focus group discussion (FGD) untuk mendapatkan versi terjemahan. Kemudian, proses penerjemahan balik (back-trasnlation) dilakukan dengan langkah yang sama seperti metode terjemahan oleh 3 ahli bahasa Inggris lainnya. Versi terjemahan yang sudah diedit kemudian didistribusikan dan dijawab oleh 381 responden untuk mengukur keterandalan dan kesahihan kuesioner. Hasilnya dianalisis dengan cara mengukur koefisien statistik yaitu koefisien intrakelas korelasi (ICC) dan koefisien Cronbach alpha. Selain itu, dilakukan pengukuran FNS untuk 4 makanan khass kepada 100 responden dari mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa versi terjemahan bahsa Indonesia dari FNS memiliki keterandalan dan kesahihan yang baik untuk digunakan kepada setiap individu di Indonesia oleh karena nilai ICC dan koefisien alpha Cronbach masing-masing adalah 0,846 dan 0,783. Terdapat 67,45% responden memiliki sifat netral terhadap makanan, 30,45% neofobia makanan, dan 2,10% neofilik. Hasil FNS yang terfokus pada makanan etnis menunjukkan bahwa responden cenderung memilik ketidakmauan untuk mencoba seiring dengan nilai familiaritas yang menurun.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
> 660 Chemical engineering > Food Technology > Food Processing
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 03 Oct 2017 06:26
Last Modified: 03 Oct 2017 06:26
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/14863

Actions (login required)

View Item View Item