ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Terhadap 87 Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta Pada tahun 1999,2000, dan 2001)

WIJAYANTI, - (2005) ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Terhadap 87 Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta Pada tahun 1999,2000, dan 2001). Other thesis, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
99.60.0744 Wijayanti COVER.pdf

Download (151kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
99.60.0744 Wijayanti BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[img] Text (BAB II)
99.60.0744 Wijayanti BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (172kB)
[img] Text (BAB III)
99.60.0744 Wijayanti BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text (BAB IV)
99.60.0744 Wijayanti BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (139kB)
[img] Text (BAB V)
99.60.0744 Wijayanti BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
99.60.0744 Wijayanti DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Pertimbangan utama investor dalam mengambil keputusan untuk melakukan investasi adalah informasi yang berkaitan dengan kondisi perusahaan. Informasi yang diperlukan oleh para investor tersebut di pasar modal, tidak hanya informasi yang bersifat fundamental saja, tetapi juga informasi yang bersifat teknikal. Informasi yang bersifat fundamental diperoleh dari kondisi intern perusahaan, dan informasi yang bersifat teknikal diperoleh dari luar perusahaan, seperti ekonomi, politik, finansial, dan faktorfaktor lainnya. Informasi yang diperoleh dari kondisi intern perusahaan yang lazim digunakan adalah informasi laporan keuangan. Informasi fundamental dan teknikal tersebut dapat digunakan sebagai dasar bagi investor untuk memprediksi return, risiko atau ketidak pastian, jumlah, waktu, dan faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan aktivitas investasi di pasar modal. Dari laporan keuangan suatu perusahaan terdapat beberapa rasio dan informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk memprediksi return saham. Rasio keuangan yang digunakan untuk penelitian ini adalah gross profit margin (GPM) sebagai variabel yang akan digunakan untuk rasio profitabilitas. Variabel GPM ini berfungsi untuk mengukur tingkat kembalian laba kotor terhadap penjualan bersihnya. debt ratio (DR) sebagai variabel yang akan digunakan untuk rasio solvabilitas. Variabel DR ini digunakan untuk mengukur tingkat leverage (penggunaan hutang) terhadap total aset yang dimiliki perusahaan. Variabel DR yang tinggi menunjukkan struktur permodalan usaha lebih banyak menggunakan hutang daripada ekuitas, serta mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi. Variabel DR yang tinggi menyebabkan harga saham turun karena investor ragu-ragu jika perusahaan tidak dapat melunasi hutang pokok serta bunganya. Sedangkan earning per share (EPS) dan price earning ratio (PER) sebagai variabel yang akan digunakan untuk rasio pasar. Variabel EPS ini menggambarkan jumlah uang yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa atau laba bersih per lembar saham biasa atau jumlah keuntungan setelah dikurangi pajak penghasilan. Sedangkan variabel PER ini menerangkan perbandingan harga pasar dari setiap lembar saham terhadap EPS (laba per lembar saham). Maksud dari penelitian ini adalah untuk menguji kembali apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam rasio-rasio keuangan tersebut di atas terhadap return saham. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 87 saham perusahaan Manufaktur yang terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta dengan periode pengamatan yang digunakan adalah pada tahun 1999, 2000, dan 2001. Sampel perusahaan yang diperoleh merupakan perusahaan Manufaktur yang terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta dan menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik pada tahun 1999, 2000, dan 2001 atau selama periode penelitian ini berlangsung dan dalam laporan keuangannya tersebut mencantumkan tingkat rasio kinerja keuangan perusahaan (GPM, DR, EPS, dan PER), perusahaan Manufaktur yang rasio profitabilitasnya (variabel GPM) memiliki tanda positif (+) dan perusahaan Manufaktur yang mengeluarkan company action (stock deviden, stock split, right issue) dengan alasan jika perusahaan melakukan company action maka dikhawatirkan yang mempengaruhi return saham itu bukannya kinerja keuangan perusahaan melainkan faktor action tersebut. Metode statistik yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian asumsiasumsi Metode statistik yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian asumsiasumsi klasik, antara lain adalah pengujian multikolinearitas yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linear yang kuat antar variabel bebas. Jika terjadi gejala multikolinier maka cara yang paling mudah adalah salah satu variabel yang mengakibatkan multikolinier tersebut harus dihilangkan. Deteksi adanya multikolinearitas dapat diketahui dengan melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor) yang diperoleh dari persamaan regresi. Nilai VIF menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Dalam pengertian sederhana, setiap variabel bebas menjadi variabel terikat dan diregres terhadap bebas lainnya. Nilai VIF yang lebih kecil dari sepuluh (10), mengindikasikan tidak adanya multikolinearitas dalam model regresi. Pengujian asumsi klasik yang kedua adalah pengujian heteroskedastisitas, bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Pengujian asumsi klasik yang ketiga adalah pengujian autokorelasi yang bertujuan menguji apakah dalam suatu variabel regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan periode t-1 (sebelumnya). Pengujian yang dilakukannya adalah pengujian Durbin-Watson (DW). Pengujian yang terakhir adalah pengujian normalitas untuk melihat apakah data yang digunakan normal atau tidak. Pengujian normalitas ini menggunakan grafik Normal Plot dan menggunakan pengujian Kolmogorov-Smirnov dengan hasil pengujian probabilitas yang diharapkan lebih besar dari 0,05. Jika ternyata terdapat data yang tidak normal, maka data yang tidak normal tadi harus dikeluarkan. Metode statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebasnya (variabel GPM, DR, EPS, dan PER) terhadap variabel terikatnya (return saham) adalah analisis regresi berganda (multiple linear regression). Uji signifikansi (level of significance) yang dilakukan pada taraf 5%. Hasil probabilitas di setiap uji regresi kurang dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa hasilnya adalah signifikan. Hasil analisis regresi yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini, kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam rasio keuangan (variabel GPM, DR, EPS, dan PER) sebagai variabel bebasnya secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan pada taraf 5% terhadap return saham sebagai variabel terikatnya sebesar 0,001, di mana angka ini berada di bawah level of significance yang digunakan yaitu: 5% (0,05). Sedangkan secara individu (parsial) hanya variabel PER-lah berpengaruh yang signifikan terhadap return saham. Hal ini ditunjukkan dengan hasil signifikansi sebesar 0,004, di mana angka ini berada di bawah level of significance yang digunakan yaitu: 5% (0,05).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > Business Performance
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 05 May 2017 06:46
Last Modified: 05 May 2017 06:46
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/14074

Actions (login required)

View Item View Item