RASIONALITAS INVESTOR DALAM PEMILIHAN SAHAM DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN SINGLE INDEX MODEL DI BURSA EFEK JAKARTA

GAUTAMA, - (2003) RASIONALITAS INVESTOR DALAM PEMILIHAN SAHAM DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN SINGLE INDEX MODEL DI BURSA EFEK JAKARTA. Other thesis, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
99.60.0707 Gautama COVER.pdf

Download (206kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
99.60.0707 Gautama BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167kB)
[img] Text (BAB II)
99.60.0707 Gautama BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[img] Text (BAB III)
99.60.0707 Gautama BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text (BAB IV)
99.60.0707 Gautama BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (238kB)
[img] Text (BAB V)
99.60.0707 Gautama BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
99.60.0707 Gautama DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (142kB) | Preview

Abstract

Investor dalam melakukan keputusan investasi selalu dihadapkan dalam berbagai pilihan, melakukan investasi dengan membeli sekuritas yang berpendapatan tetap seperti obligasi, deposito, atau melakukan investasi pada pasar modal dengan membeli saham-saham perusahaan yang listing pada Bursa Efek. Alternatif yang mana yang akan dipilih, tergantung dari kesediaan investor menerima risiko dari investasi yang dilakukan dan tingkat pengembalian atau return yang diinginkan. Dalam kenyataannya saham-saham yang listing di Bursa Efek sangatlah banyak, sehingga diperlukan rasionalitas investor untuk memilih saham-saham yang memberi return tinggi dengan risiko minimal. Rasionalitas investor dapat diukur dari sejauh mana mereka berhasil memilih saham yang memberi hasil maksimum pada risiko tertentu, juga dipengaruhi preferensi investor terhadap return dan risiko yang berbeda. Investor akan selalu mencoba mancari portofolio saham yang memberikan return maksimum dengan risiko tertentu, atau return tertentu dengan risiko yang minimum. Secara teoritis portofolio yang optimal ini tentu akan dipilih oleh investor. Rasionalitas investor adalah tindakan yang dilakukan oleh investor untuk melakukan pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal guna mendapatkan return yang maksimal dengan risiko yang paling minimal. Rasionalitas investor ditunjukkan dengan rata-rata frekuensi perdagangan saham yang cukup tinggi dari saham-saham yang masuk dalam kandidat portofolio optimal bila dibandingkan dengan rata-rata frekuensi perdagangan saham-saham yang tidak masuk ke dalam kandidat portofolio. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang telah dilakukan oleh R. Agus Sartono dan Sri Zulaihati (1998) mengenai rasionalitas investor terhadap pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal di Bursa Efek Jakarta. Penelitian yang dilakukan oleh R. Agus Sartono dan Sri Zulaihati (1998) menggunakan sampel saham-saham yang masuk dalam LQ-45 selama 5 periode pengamatan berturut-turut dari Juli 1994 – Desember 1996 dimana merupakan periode sebelum krisis ekonomi terjadi dan hasil pnelitian tersebut membuktikan bahwa terdapat rasionalitas investor terhadap pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal. Berdasarkan penjelasan di atas, maka masalah yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah apakah investor rasional dalam memilih saham dan menentukan portofolio optimal pada saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang tercermin dari volume perdagangan yang tinggi. Namun penelitian ini hanya dibatasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan periode pengamatan mulai Februari 1999 sampai dengan Desember 2001. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah investor rasional dalam melakukan pemilihan saham serta penentuan portofolio optimal dengan single index model di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Setelah tujuan penelitian tercapai, peneliti berharap agar hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihakpihak yang berkepentingan, seperti perusahaan emiten dan para investor. Berdasarkan pada berbagai kajian literatur dalam penelitian dan perumusan masalah yang disusun maka hipotesis penelitian yang digunakan adalah : Ho : investor tidak rasional dalam pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal. Ha : investor rasional dalam pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal. Sampel perusahaan yang dipilih adalah saham-saham aktif perusahaan manufaktur yang terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta. Kriteria aktif berdasarkan Surat Edaran BEJ Nomor SE-03 / BEJ II-1 / 1 / 1994 adalah jika frekuensi perdagangannya minimal 75 % dari periode pengamatan, yaitu periode bulan Februari 1999 sampai dengan Desember 2001. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel tersebut populasi penelitian yang terdiri dari 121 perusahaan manufaktur yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 1999 – 2001. Dari 121 perusahaan tersebut setelah diamatti selama 35 kali pengamatan periode bulanan dari Februari 1999 sampai dengan Desember 2001 ternyata terdapat 48 perusahaan yang memenuhi kriteria pengamatan, yaitu frekuensi perdagangannya minimal 75 % dari periode pengamatan. Perusahaan-perusahaan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai sampel penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut meliputi: daftar harga saham perusahaan penutupan bulanan, IHSG bulanan dan daftar suku bunga bebas risiko (SBI) periode tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Berlawanan dengan penelitian sebelumnya (Sartono dan Zulaihati, 1998), dimana hasil penelitiannya membuktikan bahwa investor cukup rasional dalam melakukan transaksi perdagangan di BEJ, karena frekuensi perdagangan saham dari saham-saham yang masuk dalam kandidat portofolio optimal memiliki ratarata frekuensi perdagangan yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata frekuensi perdagangan saham-saham yang bukan portofolio. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menemukan bukti empiris bahwa investor tidak rasional dalam melakukan transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Dimana hasil pengujian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata (Mean of Difference) sebesar -1.022.401,439 yang menjelaskan bahwa rata-rata frekuensi perdagangan saham kandidat portofolio lebih kecil daripada rata-rata frekuensi perdagangan saham bukan kandidat portofolio. Dari hasil pengujian dapat dilihat tingkat signifikansi 0,006 < α (0,05) dengan F sebesar –2,824, yang menunjukkan terdapat beda yang signifikan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Ho diterima yang berarti investor tidak rasional dalam pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan investor cenderung menggunakan analisis teknikal daripada analisis fundamental dimana investor lebih menekankan perhatiannya pada perubahan harga daripada tingkat harga saham itu sendiri. Kemungkinan yang lain disebabkan oleh ada investor yang mempunyai pengetahuan dan ada yang tidak mempunyai pengetahuan dalam hal investasi saham. Perbedaan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya disebabkan adanya keterbatasan dalam penelitian yaitu: penelitian ini dilakukan pada periode tahun 1999 sampai dengan tahun 2001, dimana merupakan periode setelah krisis ekonomi terjadi sehingga volume perdagangan saham-saham di Bursa Efek Jakarta banyak terpengaruh oleh faktorfaktor lain seperti penurunan kurs rupiah terhadap dollar.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > 658 Management > Recruitment and Selection
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 04 May 2017 08:08
Last Modified: 04 May 2017 08:08
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/14058

Actions (login required)

View Item View Item